Kita Semua Adalah Ilmuwan

Yang kami dengar dari kisah sejarah era kejayaan Islam (Islamic golden age), diantaranya bahwa dulu isinya bejibun ilmuwan. Bejibun pustaka/pengetahuan. Bejibun logika (pemikiran).

Kalo kami bayangkan, mereka: Khwarizmi, Razi, Abu Bakar al Farisi, Ibu Sina, Ibnu Rushdi, Ibnu Khaldun dkk. yg teramat banyak untuk disebutkan benar-benar seperti orang yg menggunakan keimanannya untuk berpikir bebas untuk mencari, menggali, menguak, dan terus menyelami tanda-tanda (kebesaran) Allah dalam kebebasan berpikir yg sangat ilmiah: yakni berpikir yg kritis, analitis, logis, obyektif, konseptual, dan empiris.

Sekarang entah seperti apa (kami pribadi) harus meniru para ilmuwan Islam itu.

Mungkin yg bisa kami teladani adalah sikap kritis, analitis, logis, obyektif, konseptual, dan empiris dari mereka dan para penerus mereka yg terus ada hingga kini dari berbagai penjuru dunia; dari berbagai suku, ras, agama, dan berbagai jenis kegiatan mereka.

Entah ilmuwan, penjual makanan, sopir, petani, dll.

Sebab apapun aktivitas mereka, mereka harus terus senantiasa menggunakan logikanya untuk menyelesaikan tugas/tanggung jawabnya. Merumuskan tugas, metode pemecahan/penyelesaian, langkah yg diambil, dst.

Dengan kata lain: siapapun kita apapun kapasitas kita, kita semua adalah ilmuwan.

Hingga menemukan sebuah hasil: guna/manfaat untuk bersama. Untuk diri kita, orang lain, dan alam semesta.

Wallahu’alam bissawab…

Freema HW
– Renungan sambil memandangi pantulan wajah sendiri yg ndhak jelas di layar monitor.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s