Bersama Hidup, Hidup Bersama

Ini bukan foto kami, kami mencomotnya dari sebuah tautan (di bawah).

Melalui posting ini kami ingin mengajak diri sendiri dan rekan sekalian untuk begini:

1. Anda semua suka dengan (keindahan) di foto tersebut bukan? Kami yakin semuanya suka. Yang ndhak suka, kami menyangsikan apakah dia manusia atau bukan…

2. Umpama Anda diberi tanah dan duit banyak untuk membuat taman seperti tampak pada foto tersebut, Anda bersedia bukan?

Namanya gratis, pasti Anda akan bersedia untuk membuat taman yang indah tersebut. Nyatanya, jika membuat sendiri, tentu mahal biayanya untuk membuat taman elok yg penuh dengan pepohonan hijau dan sungai yang membelah di tengah-tengahnya.

Bayangkan kita berperahu, bersampan dengan rumah-rumahan kecil melewati sungai itu, sesekali mendayung kemudian membiarkan sampan bergerak sendiri atau diam sambil kita membaca buku dalam rumah-rumahan di sampan kita ditemani belaian semilir angin yang sejuk, sungguh mengasyikkan tiada tara bukan?

NAH, bagaimana jika kita memang memiliki, benar-benar memiliki, taman elok seperti di foto ini?

– Serius?

Serius!

Kita telah memilikinya, dan gratis!

Di mana? Di pedalaman Kalimantan sana, di pedalaman pulau-pulau kita, se-seantero penjuru Indonesia!

– Hahahahaha! Becanda!

Ini serius! Tuhan telah menganugerahkan segala keindahan selaksa itu semua di segala sudut penjuru tanah air, bahkan bukan hanya di Kalimantan saja. Di seluruh penjuru tanah air!

Mungkin bentuknya beragam, namun keindahannya sama.

Tuhan telah memberikannya untuk kita semua, kita bersama. Untuk kita nikmati sama-sama. Bersama teman, bersama keluarga, bersama anak-cucu kita.

Nikmat benar bukan?

Jadi, akankah kita hendak merusaknya? Merusak segala-sesuatu yang sesungguhnya kita menyukainya? Segala hal yang sesungguhnya kita mengharapkannya?

TUHAN telah memberikan segala keindahan ini gratis untuk kita. Masak kita sampai kebangeten merusaknya dengan membuang sampah seenaknya atau membabat hutan tanpa reboisasi dan konservasi?

Tak pernahkah sekalipun kita berpikir, bahwa Tuhan menangis di atas sana, menyaksikan taman indah elok cantik segar sejuk nyaman yg Dia buat kita rusak dengan seenaknya?

Tak pernahkan sekaliun kita berpikir, bahwa akan begitu mudah bagi Tuhan untuk segera membinasakan kita jika Dia mau?

Apa siy susahnya merawat taman Tuhan yg indah itu?

Padahal kita bisa merawat, terus menikmatinya bahkan cukup dengan satu hal yg sama sekali gak bikin kita capek dan gak makan biaya sedikitpun: biarkan saja itu semua ada tanpa gangguan sedikitpun.

Enak kan sebenarnya kita punya taman luas yg indah elok cantik segar sejuk nyaman itu?

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

Deasy & Freema
*Foto ngelink dari sini http://travelogyaria.com/2012/02/19/camp-leakey-a-trip-to-human-civilization-museum/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s