Anak-Anak Kita adalah Indonesia yang Lebih Baik


– Foto nemu dari internet, hak cipta pada pemiliknya.

Apapun, saya angkat topi, big appreciate, untuk kedua pasangan capres yang memeras otak demi partai… sori, demi Indonesia ini.

Hanya saja yang saya perhatikan, saat moderator berulang kali mengingatkan audience, “Mohon untuk tidak bertepuk tangan atau bersorak saat pasangan capres sedang berbicara, karena hal ini akan mengganggu…”

Tuhan, di acara sekelas debat capres pun audience-nya ‘masih belom beradab’.

Inilah cerminan negeri ini.

Hal-hal kecil yang sebenarnya menjadi tonggak kekuatan bangsa kadang justru terabaikan: membuang sampah sembarangan, melanggar ketertiban lalu-lintas, merokok di sembarang tempat, menginvasi trotoar untuk tempat usaha, tertib – baik antri maupun termasuk tidak bersorai/tapuk-tangan sebelum sesinya tadi, dan sebagainya.

Hal-hal/persoalan sepele itu sebenarnya: tidak tertib, dll namun itu justru turut membuat negara ini malah tidak berdiri tegak.

Tao bilang, journey of thousand miles begin with one step. Sesuatu yang besar bahkan dibangun dari hal-hal kecil dan sederhana.

Jika kita disiplin dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar, Insya Allah sikap dan sifat ini akan terus terbawa dalam disiplin di lingkungan kerja, serta disiplin menjaga bangsa dan negara ini: disiplin menjaga anggaran negara, disiplin menjaga kekayaan negara.

SIAPAPUN presidennya nanti, terserah silakan saja. Mereka semua adalah manusia juga, punya kelebihan dan kekurangan. Pun kami, juga Anda. Kita semua.

Namun kami percaya, mereka kedua pasangan ini adalah manusia terbaik untuk Indonesia saat ini.

Akan tetapi yang terpenting, mari kita semua turut berkiprah untuk berubah, berkiprah dalam perubahan untuk menjadikan Indonesia lebih baik. Dalam kapasitas kita masing-masing, dimulai dari diri kita sendiri, dimulai dari hal yang kecil-kecil saja dulu enggak usah yang muluk-muluk, dan dimulai dari sekarang juga.

Mari kita turut berkiprah demi bangsa Indonesia ini lebih baik lagi dari sekarang, dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak lagi melanggar ketertiban lalu-lintas, tidak lagi merokok di sembarang tempat, dan lain-lainnya yang semuanya ini yakinlah sebenarnya ‘sepele-sepele’ saja. Sesuatu yang sepele namun berdampak besar, sekali lagi, untuk negeri ini.

Untuk Ibu Pertiwi.

Untuk Indonesia yang lebih baik.

Untuk menjamin masa depan anak-anak kita nanti.

Masa depan anak-anak kita bukanlah sekedar jika kita mewariskan asuransi kesehatan dan pendidikan. Masa depan anak-anak kita bukanlah sekedar jika kita menyekolahkan mereka setinggi langit. Masa depan anak-anak kita bukanlah sekedar jika kita mewariskan deposito dan mewariskan usaha/perusahaan kita.

Masa depan anak-anak kita bukanlah sekedar jika anak-anak kita hidup selamat sementara teman-temannya (ada yang) menderita.

Masa depan anak-anak kita adalah jika mereka semua bisa hidup bersama, berdampingan, bahu-membahu membangun bangsa, kehidupan, dan peradaban. Sebab itu semua artinya adalah mereka membangun diri mereka sendiri juga. Menyelamatkan hidup bersama hakikatnya adalah menyelamatkan hidup masing-masing juga.

Sekali lagi, itu semua bisa bangun bersama, dalam kapasitas kita masing-masing, dimulai dari diri kita sendiri, dimulai dari hal yang kecil-kecil saja dulu, dan dimulai dari sekarang juga.

Semoga kita senantiasa berlindung kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk cita-cita mulia ini bersama-sama. Aamiin.

-Semoga kelak Aleef Rahman jika mulai besar bisa menyerapi dan menyesapi posting(doa) kami, orang tuanya ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s