“Alhamdulillah, Saya Tidak Sakit Meski Saya Perokok”?

Fresh air, fresh life.

Kisah di blog pada tautan ini http://fikihfikih.blogspot.com/2012/06/surat-terakhir-buat-kaka.html agak panjang, tapi intinya si ibu kehilangan putri kecilnya karena peru-parunya benuh bakteri karena rokok dari ayahandanya.

Atau kisah perokok muda yang akhirnya terkena kanker hingga lehernya harus dilubangi ini http://www.dream.co.id/fresh/kisah-perokok-penderita-kanker-larynx-bikin-haru-sosmed-141031w.html telah menginspirasi banyak orang tentang bahaya merokok.

Sayangnya, masih banyak di luar sana para perokok yg atas nama hak asasi begitu keukeuh mempertahankan hak-nya.

Silakan, asal Anda tidak menyebar asap rokok Anda kepada sesiapa saja yang tidak memintanya.

Dan hari-hari sekarang ini, saya sudah mulai tidak hirau lagi jika ada bayi/anak kecil disembur asap rokok oleh orang tuanya sendiri.

Urusan mereka yang punya anak.

Saya hanya bisa mendoakan yang terbaik, lain tidak.

WELL wahai para bapak perokok, apakah Anda masih bisa mengucapkan alhamdulillah hanya karena anak-anak Anda diberi-Nya ‘keselamatan’ dari semburan asap rokok Anda?

Tidak malukah Anda, bahwa Tuhan masih membela putra-putri Anda hingga mereka bisa terus sehat dan selamat dari sekian lama ini terus-terusan Anda sembur dengan asap rokok?

Begitu kuatkah niat Anda untuk membunuh pengakuan di hati-nurani sendiri demi pembenaran menghisap sebatang rokok, yg memang tidak membunuh Anda namun justru membunuh jiwa-jiwa di sekeliling Anda?

***

Dan malam ini saya hanya bisa berdoa, suamiku sering banget berkumpulnya dengan teman-temannya yang perokok. Setiap dia pulang ketemuan sama teman-temannya, saya selalu muak dengan bau rokok yang menempel di bajunya.

Saya masih bisa sabar saat dia pulang kerja belum berhasil bawa uang; saya masih bisa tawakkal saat dia ditagih pembayaran kepada suplier sementara dia sendiri belom mendapatkan uang dari klien; saya masih bisa tersenyum dan terus mengingat Allah tatkala uang kami di lemari hanya sisa delapan ribu rupiah saja, serius!

Mungkin ini hanyalah ujian Allah kepada kami untuk terus berpikir, bekerja, bersabar, dan kuat-kuatan iman agar tidak meninggalkan-Nya.

Tapi rasa muak mencium bau rokok dari orang lain yang menempel di bajunya, benar-benar susah untuk saya tahan. Haram untuk sekedar saya anggap angin lalu belaka!

Kadang suami sedikit membela teman-temannya: mereka kadang tak bisa berpikir dan bekerja jika tak menghisap rokok.

Sebentar… bukannya kita tak sanggup berpikir dan bekerja jika tak mengingat (dzikir) dan berharap hanya kepada Tuhan YME?

Beneran brarti, syirik hari sekarang ini bukan lagi orang menyembah kuburan, melainkan orang sudah menyembah rokok melebihi Tuhan YME!

Orang pergi ke kubur adalah untuk berdoa kepada Allah, memohonkan ampunan atas si mati, dan membelajari diri kita agar mengingat kematian – bahwa kelak kita semua pasti akan mati.

Namun memastikan kelangsungan pikiran, pekerjaan, dan hidupnya bukan lagi bergantung kepada Allah SWT melainkan kepada rokok, adalah syirik era sekarang!

Berlebihankah saya mengatakan demikian?

SEKALI lagi hanya bisa berdoa, sebab jika saya melarang suami berkumpul dengan teman-temannya, meneriakkan kebencian saya terhadap rokok kepada para teman suami saya, maka saya -keluarga kami- hanyalah akan dianggap keluarga sinting, alien, dan sakit jiwa.

Padahal siapa sebenarnya yang sakit jiwa: kami yg hanya sanggup bersabar dan menghindar sebisa-bisanya dari asap rokok atau sesiapa yang dengan bahlulnya memaksa membagi asap rokok kepada bukan perokok hanya karena jumlah mereka banyak, hingga kemudian mereka merasa benar dan menang?

Astagfirullah… astagfirullah… astagfirullah…

-Deasy Ibune Rahman-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s