Ini Posting Panjang, Sebaiknya Anda Tidak Membaca, Karena Posting Ini Tidak Berguna

Paparkan Dengan Jelas, Tanyakan Yang Pasti

Saya pernah diprotes. “Om Freema, gila kalo ngetik posting panjang banget!”

Well, saat ditanya tentang sesuatu, dan sekiranya saya bisa untuk menjawabnya atau sempat googling untuk menjawab pertanyaan temen (yang mungkin kesulitan googling karena pake henpun atau semacamnya), saya coba untuk menjelaskan selengkap mungkin namun sebisanya tetap seringkas mungkin.

Adakalanya sebuah penjelasan memang memaktub beberapa poin, yang itu harus disampaikan agar tidak bias. Alhasil, posting tampak serasa panjang.

SAYANGNYA, beberapa temen kurang suka dengan kultur ala skripsi ini: mendapatkan informasi lengkap namun masih terbatas pada koridor pembatasan masalah.

Beberapa temen suka posting yang bersahut-sahutan. Contoh kecil, saat ada yang posting poto: tanpa ada penjelasan apapun. Kemudian ada yang komen:

“Ini ngapain bro?”

“Sedang nganu.”

“Di mana bro?”

“Di sini bro…”

“Sama siapa aja tuh?”

“Temen-temen ini dan itu…”

“Itu kapan?”

Bla… bla.. bla…

Sama menjelaskannya juga siy, tapi nunggu dikomen dulu. Males… kelamaan. Jadi repot mencet keypad padahal mestinya kita cukup membacanya saja.

Ndhak salah juga siy yang macam ginian, karena akan membuat postingnya interaktif. Cuma jujur, saya males aja sama yang gituan: mbuang waktu! Sebab kita mesti posting komen dulu untuk mendapatkan ‘penjelasan’, bukan untuk mencari ‘jawaban’! Dan ini makan waktu lebih ndhak efektif ketimbang langsung membaca paparan yang menjelaskan.

***

KULTUR saya yang terbiasa cukup ‘mendapatkan penjelasan di depan’, dan tinggal ‘mencari jawaban di belakang’ (kita tanyakan hal yang perlu ditanyakan) inilah yang banyak berbalikan dengan banyakan kultur temen lain yang biasa ‘mencari penjelasan di belakang’, bukan ‘mendapatkan jawaban di depan’ (menanyakan hal yang -harusnya- udah tertera).

Akhirnya yang terjadi dg kultur kedua adalah: orang males membaca penjelasan, suka mengulang pertanyaan terhadap apa yang udah dijelaskan. Itu bagi yang nanya.

Case samacam itu sering terjadi di banyak hal. Di kaskus misalnya, banyak trit yang menebalkan keterangan: ‘baca keterangan dengan baik, jangan nanyakan yang udah dijelaskan’.

Parah banget sebenarnya, karena fatwa trit tersebut mengambarkan kondisi mentalistas interaksi-komunikasi kita: suka menanyakan hal yang sudah dijelaskan.

Lebih parah lagi bagi yang harusnya menyampaikan informasi. Ndhak lengkap memberikan deskripsi sesuatu, dalam kasus yang serius bisa berakibat fatal lho! Gambaran kecil dari hal semacam ini misalnya itu tadi: bagi yang posting poto (informatif) tanpa ada penjelasan yang berarti. Trus ngapain dia posting poto?

Iya kalo orang masih berempati dengan postingnya, bisa jadi masih berkomen menanyakan. Kalo udah males? Yang ada dia malah kayak bicara sendirian. Posting poto, kemudian ndhak ada yang respek dan peduli. Dan postingnya tenggelam tanpa arti. Kecuali sekedar membuang pulsa data sia-sia tanpa ada guna hanya sekedar nunjukkan eksistensi belaka yang tanpa makna hakiki.

Sayang aja, sebab kadang dari potonya (yang mana dalam beberapa hal poto bersifat informatif memang jarus disertai penjelasan yang melatarinya) mestinya bisa menimbulkan inspirasi bagi orang lain. Hilangnya respek orang, artinya matinya satu potensi inspirasi yang membangun. Sayang bukan?

***

MEMANG pada konteks lain, kadang saya pribadi berusaha memaparkan ‘hal dibalik layar’. Tidak berkaitan dan tidak diperlukan dalam mendeskripsikan suatu hal, namun kadang hal demikian ini seninya: mengetahui hal dibalik layar. Dalam sudut pandang tertentu, kadang ada poin inspirasi yang bisa kita dapatkan. Ini juga berdasar pengalaman saya menjelajahi berbagai posting temen, misalnya di blog.

Dan di konteks lain, kadang lagi saya juga mengikuti arus: berchit-chat. Berkomen-komen sesuatu yang kalaupun itu hilang, tak akan mengurangi muatan informasi yang patutnya disampaikan. Dan kadang ini bisa puuuanjang lho saya menenggelamkan diri: berchit-chat ria bersama banyak teman. 😀

Tapi chit-chat pun ada ‘rule’nya. Baiknya, bolehlah kita berchit-chat jikalau hal terpentingnya udah kelar kita kupas. Bukan sebaliknya, mementingkan chit-chat sementara hal pentingnya tiada termaktub apalagi terkupas.

Yang demikian ini yang akhirnya menunjukkan kualitas diri kita dan pilihan jalan hidup kita. Kadang orang mengeluh: susahnya mengatasi masalah saya! Eh sementara cara dia menggali inspirasi mengatasi masalah hanya dengan chit-chat yang tanpa muatan. Kenapa kemudian mengeluh?

Padahal, ‘keluhan’ itu kadang juga bisa membangun inspirasi. Inspirasi berupa cerminan bagi temen-temen online kita. Dari masalah yang sedang kita hadapi, dan kita share secara bermartabat, itu akan turut menjadi masukan bagi banyak temen: mengantisipasi agar bagaimana tidak terjadi masalah yang sama atau persiapan jikalau kemudian -tanpa diharapkan- kita mengalami masalah yang sama!

Berguna bukan berbagi ‘masalah’ itu? Sekali lagi, asal bermartabat cara berbagi dan menyampaikannya. 🙂

BLOG

SEDIKIT yg agak saya sayangkan adalah, sekali lagi, cara orang menuliskan blog. Blog biasanya padat dengan banyak muatan: iklan, dll. karena memang nyaris semua numpang di penyedia papan blog gratisan. Dan kadang iklan ini memang sengaja dibombardirkan oleh pemilik blog, untuk mendapatkan uang.

Nah, udah demikian beratnya sebuah blog dibuka, eh isinya ndhak mutu-mutu amat. 😦 Sederhananya, tingkat genuitas informasinya rendah dan semacamnya.

Sedikit disayangkan, kadang banyak blog yang ditulis dengan bahasa yg rancu. Saya tidak mempermasalahkan gaya bahasa yg dipakai lho ya: mau gaul, mau formal, atau bahasa daerah (yg saya pahami). Poin yang saya maksud adalah: rancu dalam penyampaikan maksud yang hendak disampaikan.

Yang paling sederhana kadang hanyalah subyek – predikat – obyek secara keseluruhan bias. Dan bukan cuman blog, di banyak komen pada forum -yg mana banyakan kita tak saling mengenal offline lawan komen kita- juga teramat sering komen ‘independen’ yang kurang jelas subyek – predikat – obyeknya. Membingungkan orang lain sob!

Padahal untuk menghindari kerancuan isi (konten) dalam blog itu setidaknya bisa kita lakukan dengan cara sederhana:

  • Ada case/informasi apa.
  • Apa pengaruhnya/seluk-beluknya.
  • Apa yang mesti kita selesaikan, tujuannya apa; atau apa point-of-view dari kita (opinim pandangan, kritikan, dll.)
  • Bagaimana caranya, atau apa kesimpulan/poin yang bisa Anda tawarkan. Itu saja, kita coba buat simpel aja dulu.

Kesayangan lagi pada blog adalah, kadang pengantar dan sampirannya kepanjangan. Sampe tiga paragraf. Eh sementara poin yang hendak disampaikan cuman satu paragraf.

Ya ampyun, meskipun orang ndhak wajib membaca blog Anda, tapi model Anda menulis blog yg macam ini bisa menjadikan bahan penilaian orang lain ke Anda lho sob! Padahal blog itu bisa jadi cara efektif kita melatih pikiran dan membangun diri lebih luas lagi lho!

Lainnya lagi pada blog adalah, banyak yang sekedar mengupas apa yg udah disampaikan pihak lain dalam bahasa mereka sendiri. Misalnya, ada situs operator yg udah dengan gamblang menerangkan bagaimana cara registrasi paket internet. Tanpa ada penjelasan tambahan pun orang udah paham. Eh ada blog yg menjelaskan ulang dengan bahasa dia sendiri, dan kadang malah bikin bingung!

Ini beda tentunya dengan blog bermartabat yg mencoba mengupas cara unregistrasi sebuah layanan yg kadang terindikasi memang sengaja disembunyikan oleh sebuah operator/provider layanan misalnya, atau sederhananya kurang gamblang da kurang langsung untuk ditemukan lah, entah dengan maksud apa. Nah blog yg membuka informasi tersembunyi dengan gamblang inilah yg bermartabat: memberikan informasi yang jernih dan tidak bias ke pengunjungnya. Asyik kan sob?

***

Dan biasanya, blog-blog yang super-duper parah kontennya gitu, adalah blog-blog SEO (search engine optimization). Mereka cuman memafaatkan bahasa pemrograman agar laman blog mereka tampil di peringkat tertinggi pencarian google (google rank).

Isinya? Alakadarnya!

Wong yang ngisi laman blognya juga mesin, ngambil dari laman lain. Bukan tangan manusia yang jelas sebuah scenario-plan dan plot tulisan/isi/konten laman blognya!

Menjijikkannya, pelaku SEO ini sering berkoar-koar bak pahlawan yang memperjuangkan kehidupan. Padahal kelakuan mereka sangat memuakkan. Sebuah laman wajar morat-marit kontennya karena diisi oleh mesin, bukan dengan tangan. Dan kadang sering pula nyomot kontennya itu tanpa memaktubkan sumber asalnya alias maling konten, buat “ngasih makan” laman blog SEO mereka.

Kalo saya pribadi membahasakan: laman SEO yang macam ginian ini telah melacurkan etika penyampaian informasi. Inilah kaum negative-SEO.

***

JADI, biasakanlah menyertakan keterangan dan penjelasan di depan. Ini akan menunjukkan kualitas siapa Anda. Runtut dan runutkan isi & penjelasannya.

Dan jika bertanya, maka bertanyalah hal yang memang patut ditanyakan; bukan untuk hal yang sia-sia untuk ditanyakan. Sebab kecerdasan orang bukan dilihat dari jawaban yang dia berikan, melainkan dari (bobot) pertanyaan yang dia ajukan.

Eh sori postingnya panjang lagi.

IMHO, CMIIW.
-Freema HW, bapakne Aleef Rahman H.

Advertisements

Sebaiknya Jangan Beli Biem Pt. III

Paling enak sih beli biem tuh yg baru gress. Kalo baru gress, 5 tahun orang beli BMW gk bakal puyeng dengan maintenis. Parts dan servisnya masih tanggungan BMW sepenuhnya. Syaratnya, jelaslah: duit! Apalagi?

Nah, setelah 5 taon itu, mungkin kaki-kaki yg mulai minta dibenahi 😀

Di mesin N-Series, sealnya entah dari bahan apa, ia dirancang ancur pada tahun segitu. Emang maksa biar diganti siy, tapi itu murni buat safety, agar mesin terus dalam kinerja prima, Konsekuensinya duit lagi… lain tidak!

***

Tapi ngomong-ngomong ‘kaya’, sebenarnya pembeli mopang itu lho yg kaya.

Lha gimana ndhak, bayangkan aja, sebuah mopang harga seken 80jt misalnya, yg fiturnya kadang alakadarnya, itu udah bisa jadi = sebuah BMW dengan ABS bahkan dapet ASC dan sederetan fitur safety dan kenyamanan + bensin sekolam + tambahan biaya perawatan + pajak untuk sementaun lho 😀

Yg beli BMW itu belum tentu kalo banyak duit, tapi dia emang sinting: mau repot!

***

Plus, ini yg sesuai dengan tema blog ini yg ngasal ngawur: mbeli bmw jg buat ibadah koq: mbawa anak, istri, dan orang tua/mertua dg nyaman n safety.

Karena unsur safety ini stelah ane utak-atik, secara subyektif saya simpulkan sendiri: bisa sy temukan di mobil eropa, ‘terpaksa’ akhirnya sy milih eurocar/bmw 😀

Lainnya itu biar pede kalo pas pitching klien. Yah, demi makan anak-istri… 😀

Eh btw, niatan sy yg kayak gitu termasuk ibadah bukan ya?

*

Repot demi niat ibadahnya: membawa keluarga dengan kenyamanan dan safety tinggi 😀

Eh, itu juga kalo dianggap ibadah, yg mungkin bisa disetarakan dengan sholat tahajud, sholat sunah ini-itu, ibadah ini, ibadah itu, dst. Tapi kalo selain ‘ibadah’ yg ‘ibadah’ itu bukan dianggap ibadah, maka ya sudah, klausulnya gugur 😀

Soale saya ndhak tau, berapa derajat pahalanya kalo membawa keluarga dengan safety tinggi itu dianggap ibadah misalnya. Maklum, saya ini Islam freelance tanpa madzab dan tanpa aliran.

Bagi saya, khittah manusia adalah berbuat baik. Dan kalo mau berbuat baik ya berbuat baik aja, titik. Gk perlu ngitung nilai ibadahnya, derajat pahalanya, apalagi sampe berharap-harap sorga. Jadinya malah pamrih dan ndhak ikhlas. Saya kan modelnya ndhak mau pusing ngitung berapa pahalanya atau apa nanti dibalas sorga apa ndhak 😀 Berbuat baik, itu saja cukup, titik. 😀

Takutnya kalo saya ngajak ‘itung-itungan’ sama Gusti Allah malah rugi, sebab bisa jadi itungan saya jauh lebih kecil ketimbang apa yg sebenarnya dianugerahkan oleh-Nya. Eman, takutnya jadi ndhak ikhlas melakukan ini-itu karena niat (itungan-itungan) ibadah, dan segala ‘ibadah’ jadi bahan itung-itungan 😀

Hehehehe… Maaf lho pak/lik.gan/bro semua kalo aliran saya melenceng dari pakem yg kebanyakan beredar 🙂 Dan maaf kalo malah saya neruskan OOT niy jadinya.

Ngawurkan opini saya?

***

Well, jangan beli biem karena ngawur, apalagi ngawur beli biem.

Warm regards,
>>Freema HW
BMW 5-Series E34 530i M60-V8 218ps AT Mauritius Blue Metallic ’95. Kediri.

SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. I
SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. II
SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. III

Sebaiknya Jangan Beli Biem Pt. II – Penyakitnya Biem

Syarat beli BMW emang mesti: gila! Yg waras dijamin gk bakal tahan mental.

Udah dibilang: kita kan sinting! Ndhak waras! Kalo waras mesti milih jes, lipina, epipi, apansa, seniya, tariyos, ras, inopa, dan lain sebagainya kayak yg di kaos itu.

Kalian mbela-belain nyari beemwe, mana yg V8 lagi, gk takut tuh ribut saban hari sama bini?

Ributnya sih ada dua:

  • Gara-gara nota bengkel, sama
  • Ribut gara-gara lama gk jalan-jalan 😛

Dah nyari yg lain aja sono, yg cukup bawa duit seratus-dua ratus rebu buat mbengkel dan itu udah bisa kelar.

Jangan mbela-belain beli BMW! Ntar dilematis sepanjang hidup lho! Saia udah meringatkan di depan sebelumnya lho ya ini. Ada apa-apa saia gk ikut campur en gak mau nanggung lho ya!

***

Penyakitnya BMW itu hanya tiga:

1. Overheat.
2. Overheat.
3. Overheat.

Soale kalo udah itu, emang bener seperti yg kita pahami selama ini: momok!

Momok karena mbetulinnya gk bisa satu-dua parts doang.

Sederhananya: radiator baru, fuel-pump baru, tapi selang tua… masih bisa mbledhos dan overheat!

Kalo udah overheat, silinder kop sangat berpotensi melengkung.

Kalo kompresor AC kadang cuman bawaan umur (semua juga bisa rusak karena bawaan umur siy :P). Harganya emang lumayan, karena relatif gk ada persamaannya. Kalo dibikin braket baru sendiri pake kompresor yg berbeda, dengan mesin BMW yg sangat gampang melaju kencang, takutnya sangat mudah untuk melintir dan nyampluk – ngancurin seisi ruang mesin.

Maklum, di banyakan BMW yg di atas 4 silinder, jarak bilah kipasnya dengan parts di deketnya kadang cuman setebal jari tangan.

Kurang presisi dikit: selang kendor, dll. rawan nyampluk ke sana kemari.

Kipas nyampluk selang radiator, kipas rontok, mesin overheat, mulek lagi merembet ke mana-mana dan lainnya lagi 😀

Serem kan?

Udah gitu, radiator diisi air biasa, ada garansi umurnya gak pake lama! Manja banget ini mobil, mesti minta coolant segala.

***

Beberapa BMW ancur sistem pendinginannya karena kelakuan yg ‘dianggap bener’: mantek visco.

Maklum, visco BMW gk bisa disuntik. Disuntikpun gk tahan lama.

Nah, bagi yg putus asa, itu visco dipantek mati, muter terus ngikuti rpm mesin.

Dg rpm tinggi, kipas langsung jadi monster yg menakutkan. Rawan lepas atau ambyar.

Kalo udah ambyar dan nyampluk ke mana-mana, yassalam…

Di beberapa anak BMW kadang otaknya bebal pas dikasih tau tentang ini. Dia bilang ini bmw-bmwnya sendiri, urusan dia sendiri.

Padahal kita bukan mau mengganggu selera dan pilihannya, kita cuman mau ngingetin, salah modif mantek visco gitu urusannya safety.

Repot kan BMW itu?

***

Jangankan sistem cooling secara keseluruhan, fan-shroud (koridor penyalur angin kipas radiator) gk ada aja bisa overheat.

Karena sempitnya ruang mesin BMW (sebenarnya gk sempit, cuman mesinnya aja yg segaban gedhenya. Era 90an, mesin BMW paling kecil di sini ‘cuman’ 1800cc), angin pendinginan mesti disalurkan dengan baik dan bener.

Makanya pake fan-shroud. Nah, hilang, retak, pecah barang itu, bikin angin mulek di ruang mesin.

Radiator gk mendapatkan pendinginan yg sempurna, overheatlah taruhannya.

Kalo udah overheat, sekali lagi, rembetannya ke mana-mana.

***

Belum lagi yg masang audio serampangan. Audionya keren kenceng jeblang-jeblung. Eh masang kabelnya ngaco asal-asalan. DME/ECU mendeteksi ada setrum yg gk sesuai amper/voltasenya untuk masuk ke lini-lini tertentu. Ahirnya dia jadi error kerja. Jadinya, malapetakalah sistemnya.

Dengan arus kelistrikan BMW yg segitu kuat (banyakan aki standarnya aja 80Ah), arus listrik yg gk bener modifnya bikin kacau penyalurannya.

Alhasil kabel panas, soket gosong…

dan….

gk tega buat cerita.

***

Yg ‘simpel’ yg kasusnya dipasangi alarm itu.

Sistem sekuriti anti-theft bawaan BMW udah dirancang bunuh diri kalo sensor-sensornya mendeteksi tindakan yg gk wajar atau kontak distarter dengan kunci gandaan tanpa chip.

Bahkan sistem keamanan BMW tua era 90an udah pake mekanisme pengaman: kalo tabrakan kunci pintu mobil akan terbuka semua!

Nah, mekanisme anti-theft yg susah ditaklukkan ini malah kadang dimatikan dengan alarm 300an rb!

Udah gitu dengan bangganya mereka pergi meninggalkan mobilnya, dan dari jarak sekian meter balik badan ngadep mobil trus encet remot.

Cuit-cuit!

Dipikir keren gitu kali ya?

Padahal sebelum meninggalkan mobil kita kan pasti ada di mobil. Apa juga susahnya ngunci pintu sekali untuk mengaktifkan penguncian sentralnya?

Eh malah dikasih alarm gk berguna yg bukan asli bawaan BMW gitu…

Setupit!

***

Udah sempurna-sempurnya insinyurnya Hitler ngerancang sistem keamanan BMW yg super canggih, tanpa pake pameran bunyi cuit-cuit yg nggilani, dan nyaris perlu waktu dari subuh sampe maghrib buat menaklukkannya, begitu tiba di Indonesia langsung dirusak dengan alarm 300an rb.

Alamaaak mentalitas bangsaku!

***

Makanya gan, jangan beli BMW.

Jatuhnya, bisa-bisa begitu ngangkat BMW, paling keren malah dibiarkan standar abis. Gk bisa buat nuruti nafsu mpermak mobil. Karena salah permak malah bisa bikin malapetaka.

Gk asyik kan BMW itu?

***

Belom lagi hal-hal yg sangat amat sepele sekali: relay dan sekring. Jangan pernah coba-coba ngasih relay dan sekring murahan di BMW! Dijamin seratus persen: leleh pasti itu barang! Mending kalo putus, kalo leleh sementara masih menyalurkan arus, Anda bisa bayangkan kan apa yg bakal terjadi? 😦

Sementara biarpun cuman 2500 rupiah, harga sekring keramik segitu itu itungannya udah dua kali lipat ketimbang sekrng plastik yg biasa dan bisa Anda tancepin di sembarang mopang biasanya.

Relaynya? Yg BOSCH original itu susaaah banget nyarinya di kota kecil pedalaman Indonesia macam Kediri – Jatim gini! Banyakan mesti impor dari Surabaya. Udah gitu harganya beneran bisa bikin kita tidur nungging, membenamkan kepala di bawah bantal! 😦

Tragis ndhak miara BMW itu?

***

Saya udah berkali-kali mati-matian nakut-nakuti orang biar gk beli biem.

Eh malah abis mbaca blog sesat ini, malah pada mbeli biem.

Kalian emang sinting, gila, edan, gk waras!

Tapi saya belom kapok, nih saya kasih opini yg lebih menakutkan lagi!

Awas kalo sampe klian beli biem!

>>Freema HW
BMW 5-Series E34 530i M60-V8 218ps AT Mauritius Blue Metallic ’95. Kediri.

SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. I
SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. II
SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. III

Sebaiknya Jangan Beli Biem Pt. I

Ati-ati yg masih belum beli beemwe, mumpung belom mending jangan… Lha gimana, wong beemwe itu:

• HARGA JUAL KEMBALI ANCURRR!!!

Iya, lihatlah, sebuah BMW seri 3 E36 taon 94 yg udah ABS, mesin 6 silinder individual-coil, injeksi motronik, kunci udah pake EWS dan gk bisa digandakan, mana masih penggerak belakang lagi, trus ada lempengan baja tebel dalam fiber bumper manisnya gitu udah bisa ditebus dengan harga 50jt!

Mobil kayal mana dg teknologi segitu yg harga bisa sehancur BMW?

• SPARE-PARTS MUAHALLL!!!

Gk ada cweritanya shock OEM BMW harganya cuman 400rb sepasang. Minimal pasti jt judul belakangnya.

Mana olinya yg udah 6 silinder udah nenggak nem koma lima liter lagi! Awas glegek-en lho ngopeni BMW itu!

• PAJEK MUAHALLL!!!

Bandingkan aja dengan mopang spek-taun sekelas, anda bakal nangis bajaj tuh melototi angka pajek BMW… Dua kali lipat brader!

• DIJUAL LAGI SUSAH!

Bayangkan kalo pas butuh duit mendadak, BPKB disekolahin koperasi pada nolak. Kalo toh nerima paling cuman seuprit berani ngasihnya ketimbang harga jual mobil itu sendiri. Bisa dapet 20% dari harga mobil udah luar biasa itu!

Belom kalo dititipkan makelar, bukannya mereka merayu-rayu agar mobil kita dijual yg ada malah ngibrit lari tunggang langgang, nolak sambil muntah-muntah!

• NDHAK PRESTIS!

Mobil prestis itu ukurannya: disukai banyak orang!

Coba parkir BMW Anda dengan kaca terbuka. Asal jangan kasih benda berharga di dalamnya lho ya! Tungguin dari kejauhan, sampe jamuren lumute kehujanan kepanasan Anda gk bakal nemu maling bakal berusaha ngembat mobil Anda.

Jangankan ngembat, maling spesialis yg niat nyolong dashbor aja bakal lewat dengan tergesa-gesa tuh…. Udah mbongkarnya makan ati, dijual juga jatuhnya ke pemakainya sendiri! Duit kagak ada, dicokok polisi pasti!

Mau ngembat head-unit aslinya? Bisa buka code nya?

• PERAWATAN

bikin modhar setengah mampus serasa mau mati! Lihat aja, kalo bawa mobil lain ganti freon sama oli mungkin cukup tiga ratus mapuluh rebu, itu juga udah buat AC dobel blower, di BMW buat ongkos bongkar-pasang sistem AC-nya aja minimal maratus rebu sendiri!

Itu nyervis gak nyervis, ganti gan ganti lho ya!

Belom nanti kalo ganti freon, oli, atau parts lainnya. Dijamin pulang bakal berantem beneran sama bini! Mau rumah tangga Anda berantakan gara-gara BMW?

• SERING KENA FITNAH.

Percayalah, ndhak semua supir beemwe itu di dompetnya selalu tersedia rupiah. Bahkan ATMnya juga belum tentu segunung isinya. Tapi kalo kita terpaksa ndatangi acara di hotel, beneran sering -dan ini bukan cerita baru, udah cerita usang bin lama yg masing terus terulang hingga kini- petugas nyuruh kita parkir di deket lobi/halaman depan.

Sementara yg pake mobil harga (sekennya amsih) seratus dua uluh juta, seratus empat puluh juta, seratus lapan puluh juta, bahkan dua ratus dua puluh juta malah disuruh terus sembunyi ke kolong belakang.

Padahal mereka itu yg duitnya jelas tebel, wong harga seken mobilnya aja bisa dapet BMW untuk orang se-RT! Lha koq kita yg dituduh berduit tebel?

Fitnah sepenuhnya bukan?

Serius ini gan!

• SISTEMNYA SEREM…!!!

Bawalah sebuah BMW yg kurang sehat sistem komputerisasi/elektrikalnya ke sembarang bengkel besar di kota Anda. Misalnya pengapian ilang dua silinder atau DME Error – aau EWS Error.

Suruh mbetulin. Bukannya nagncem en nakut-nakuti ya gan, tapi udah ada beberapa kejadian mobil malah gk bisa dibawa pulang. MAti gk bisa diapa-apain!

Dan buat bisa disatarter lagi, bukan ngancem ato nakut-nakutin ya gan, biayanya judul belakangnya juta! Mulai recoding atau sampe ganti unit DME (ECU). Nah tuh!

• PELANGGAN SETIA BENGKEL.

Kalo Anda dapet BMW harga murah yg penuh masalah, Anda pasti kaget belakangannya. Koq ini BMW minta jajaaan mulu!

Soale, menyelesaikan satu case pada BMW, gk bisa dengan satu penyelesaian pada titik tsb saja!

Kebanyakan pada BMW, penyelesaiannya harus sistemik!

Ada case pada sebuah BMW, relay fuel-pumpnya bolak-balik modhar. Diganti relay gk bakal ngatasi masalah! Sebab bisa jadi ia modhar karena kebebanan arus di fuel-pump yg ngeden nyemprotkan bensin karena filter bensin udah nyaris mampet!

So, ngecek dan nggantinya mesti diurut dari depan sampe belakang!

Ini udah bikin mahal ongkos kerja, dan bikin banyak parts yg diganti! Karena kadang kalo cuman diganti satu item saja, item yg lain niscaya bakal kalah dan kasus akan terulang-ulang lagi terus-terusan di titik yg berpindah-pindah!

Ini gk bakal terjadi dengan mobil lain kan? Cukup ganti ato perbaiki satu item yg jadi masalah, case closed!

Kasus lain lagi, ada sebagian item kaki-kaki yg udah duluan sowak dan diganti baru. Benera gk pake lama, item lain yg setengah mainan langsung sowak gk kuat nahan beban!

Jadilah mbetulin item sowak itu tadi, dan kini kondisinya jadi baru.

Ia udah baru, tapi kemudian item baru yg diganti sebelumnya udah pada kondisi setengah mainan. Jadilah kemudian ia yg sowak duluan.

Ganti lagi!

Demikian muter seterusnya!

Nyebelin sepenuhnya bukan? Alhasil, BMW kemudian jadi burn my wallet, nguras dompet Anda! Karena mesti mbetulin satu sistem karena satu-dua hal yg udah hancur dimakan jaman!

Ini gk bakal terjadi dengan mobil lain kan? Cukup ganti ato perbaiki satu item yg jadi masalah, case clear!

So, kalo Anda gk siap dg karakter BMW yg nuntut penyelesaian sistemik dan bukan parsial ini, abaikan niat Anda buat beli BMW! Sebelum Anda nangis tiada henti!

Penyelesaian yg gk sistemik inilah yg kemudian menjadikan pemilik BMW menjadi pelanggan setia bengkel abadi! Dan hobi ribut sama istri!

JADI, yg belum terjerumus beli BMW, jangan sekali-sekali beli BMW! Kalo anak BMW bilang BMW itu safetynya tinggi, kenyamanannya luar biasa, performanya super mumpuni, diajak kalem okey diajak ngebut ayo, modelnya awet sepanjang masa – makin tua makin mempesona, dipake jalan jauh gk kerasa, dst. itu emang bukan bohongan siy…

Itu emang kenyataan siy…

Cuman, itu kenyataan yg digembar-gemborkan anak-anak pencandu BMW agar lupa dengan segala tetek-bengek yg merepotkan, meribetkan, dan makan biaya banyak di atas itu tadi!

Emang siy banyak parts yg udah bisa dipake subtitusi… Tapi ini perlu belajar tersendiri, aktif nyari informasi, dan rutin nimbrung kesana-kemari.

Gk bisa langsung dateng ke bengkel, semeuanya selesai! Kecuali emang Anda tajir sekali!

Emang siy parts OEM BMW umurnya lama. Kaki-kaki bisa lima taunan untuk pemakaian normal. Tapi denan harga peremajaan total yg nyaris sepuluh jeti untuk sebuah bmw tua taun 90an, apa ya ndhak bikin pingsan itu sampe 5 taon ke depan? 😛

So, jangan beli BMW, sebelom Anda siap berdosa pada istri!

Berdosa karena bikin ribut rumah tangga, dan berdosa karena istri pasti sayang dan gak ngebolehin itu BMW dijual lagi!

Sekali beli BMW, dijamin Anda bakal terjebak dalam dilema tiada henti!

Waspadalah… waspadalah…

Warm regards,
>>Freema HW
BMW 5-Series E34 530i M60-V8 218ps AT Mauritius Blue Metallic ’95. Kediri.

SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. I
SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. II
SEBAIKNYA JANGAN BELI BIEM Pt. III

Cara Mudah Menghancurkan Indonesia

Menghancurkan negeri Indonesia ini sangatlah teramat mudah.

Bukan dengan sekedar memaling & melarikan isi perut bumi Ibu Periwi ke luar negeri; bukan dengan sekedar terus mengadu domba antar umat beragama atau antar aliran internal agama; bukan dengan terus menggalakkan korupsi atau menguatkan sistem yang koruptif sehingga orang ndhak niat korupsi pun bisa terpaksa harus korupsi; dan tak cukup hanya dengan menebar mudah-mudah berbagai jenis narkoba ke para remaja dan seluruh elemen bangsa, serta gak cukup hanya dengan terus menguatkan sistem multi-parpol pemecah antar golongan belaka. Meski mengerikan, itu semua hanya efek dari satu hal saja…

Menghancurkan negeri dan bangsa Indonesia teramatlah mudah.

Hancurkan (dan lenyapkan) saja pendidikan BUDI PEKERTI di negeri ini. Dijamin, bangsa ini bakal segera tamat riwayatnya ndhak pake lama!

Ndhak percaya?

– FHW