Mengenal Transmisi Automatic

Kalo tombol switch S-A samping perseneleng dan angka 2-3-4 di BMW fungsinya buat apa ya?

Saya agak terperangah melihat pertanyaan di angkringan-online tersebut.

Jika kita hendak menggunakan kendaraan dengan transmisi automatic, maka ini sebenarnya sesuatu yang kita semua pasti harus tahu sebelum menjalankan kendaraan, dan ini ada di buku manual. Sebab pertanyaan ini seperti: di mana tuas sein, di mana tuas/tombol pembuka kaca jendela, bagaimana cara mmbuka tutup bensin, di mana letak dongkrak dan kunci roda, dll.

Sesuatu yang standar/baku diketahui dan dipahami sesiapa saja yang hendak mengemudikan kendaraan.

Dan itu semua PASTI ada di buku manual.

Bagaimana kalo kita ndhak punya buku manual (owner-manual) kendaraan? Cari di internet, kopi punya temen, atau hubungi dealer. Buku manual -bagi saya pribadi- wajib ain hukumnya untuk setiap produk, khususon kendaraan.

Kecuali pertanyaan tersebut sebagai sebuah wawasan, mungkin ini lain soal. Dan baiklah. Kita anggap ini sebagai sebuah wawasan.

>> P-R-N-D-4-3-2-1

Pada case ini, itu adalah tuas transmisi otomatis. Masing-masing posisi menunjukkan perintah, fungsi, atau kondisi transmisi.

P = Parking.
R = Reverse/mundur.
N = Neutral
D = Drive. Berhubung angka di bawah D ini adalah 4, maka di BMW ini artinya si transmisi punya 5 kecepatan. Alias D di sini = maksimal gigi 5.

4-3-2 atau 3-2-1 = Maksimal/batasan gigi tertinggi yang digunakan. Jika tuas kita pasang di posisi/level 3, maka gigi maksimal yang dipakai adalah gigi 3. Dengan kata lain mobil akan menggunakan gigi 1, 2, 3 sesuai kebutuhan (kecepatan, beban/tanjakan, nyalip, dll.). Batasan gigi ini biasanya digunakan di jalanan yang menanjak, seperti di pegunungan, agar mesin lebih enteng bekerja.

Sementara tombol di samping tuas transmisi, dalam hal ini adalah tombol A dan S adalah mode kerja transmisi.

A = Adaptive. Mobil akan dijalankan dengan perpindahan gigi sesuai kebutuhan. Orientasi pada kebutuhan berjalan normal. Pada mode A(daptive), perpindahan gigi akan dilakukan pada RPM rendah (kisaran 1500-2500 RPM) sehingga perpindahannya jadi halus.

S = Sport. Di sini komputer akan memerintahkan perpindahan gigi pada RPM tinggi (kisaran 3000an RPM, tergantung tipe kendaraan) sehingga mobil larinya jadi galak banget dan mesin berteriak lebih kenceng.

Di beberapa mobmwil tua bmwangka lainnya, lainnya switch A dan S, ada tambahan gambar bunga es. Ini dioerientasikan untuk jalan licin/salju biar mobil ndhak gampang slip.

>> SHIFT ON THE FLY

DI mobil lain, mungkin transmisi matic mereka bukan pake angka kayak BMW. Misal P-R-N-D-S-Low atau apapun. Prinsipnya sama.

Apakah transmisi matic (orang bule wajar menyingkatnya auto, entah kenapa di sini jadi matic) bisa dioper-oper saat mobil berjalan?

Matic era ’80an yang masih pake sistem mekanis murni mungkin ndhak bisa. Buku manual mempersyaratkan mobil harus berhenti atau berjalan dengan kecepatan super sangat rendah untuk kita pindah gigi. Misalnya habis jalan mendatar kemudian mau nanjak di area pegunungan. Jika dipaksa, matic bisa ‘ambrol’/rontok.

Matic BMW era ’90an udah computerized yang perpindahannya dikendalikan oleh komputer. Matic ini bisa shift-on-the-fly. Jadi umpama kita keluar tol trus kemudian masuk area pegunungan yang jalannya nanjak kelak-kelok, di wilayah Ciamis atau Pujon atau Brastagi atau Malino misalnya, ndhak perlu berhenti langsung aja pindah tuas ke level yang sekiranya dan secukupnya diperlukan. Misal ke level 3 atau 4. Atau level 2 kalo jalannya super ekstrim, misal Anda mau masuk hutan pinus dengan jalan makadam yang bergetar eh menanjak hebat. 😀

Tapi meski bisa shift-on-the-fly, ngopernya tetep yang kira-kira lho ya! Kalo pas kecepatan tinggi di posisi D, ya jangan langsung mendadak dioper ke level 3. Mesin akan meraung kencang terkena efek engine-brake.

TRANSMISI otomatis digerakkan oleh mekanisme torque-converter. Sederhanan kata, ia seperti turbin yang mendorong oli transmisi (oli matic); sehingga membuat gigi-gigi transmisi berputar atau berpindah.

Transmisi otomatis memang mudah dipakai. Hanya kelemahannya konon ia menghilangkan tenaga sampai 20%.

Bagaimana cara kerja transmisi otomatis dan troque-converter, bisa disimak di dua seri klip ini.

>> 1 ATAU 2?

Kenapa di transmisi matic BMW tua koq angka terendah ada yang 1 ada yang 2?

Angka 1 dipasang di matic yang 4-speed. Angka 2 ada di matic yang 5-speed.

Yang level terendahnya 2, brarti ndhak ada gigi 1 kah?

Tetep ada, cuman maksimal batasannya di gigi 2. Mungkin karena gigi 1 terlalu pendek atau terlalu mubadzir untuk dijadikan batasan terendah, mungkin karena power mesinnya lumayan gedhe sehingga pada seberat-beratnya medan gigi 2 masih sanggup dihela.

Meski level batasannya 2, gigi 1 pasti tetep dipakai. Mobil pertama berjalan pasti masuk gigi 1 dulu 😀

BATASAN gigi tertinggi tersebut bukan berarti mobil hanya menggunakan gigi pada level yang kta pilih lho!

Misal tuas kita taruh di level 3, bukan berarti sepanjang perjalanan mobil akan menggunakan gigi 3 terus 😀

Mobil tetep pake gigi 1 atau 2 atau 3, tergantung kebutuhan (kecepatan, beban, dll.) yang itu dikalkulasi sendiri oleh komputer. Makanya meski mobil matic, kadang kita merasakan seperti ada perpindahan (naik/turun) gigi.

Bahkan saking pinternya ECU generasi matic terakhir, komputer bisa berpikir jauh lebih cepat untuk memutuskan “gigi harus turun dan rpm harus naik berapa” saat diperlukan ketimbang otak kita memutuskan harus pake gigi berapa tatkala kita pake mobil bertransmisi manual.

Di jalan turun-tanjak pun, kadang posisi tuas tetep di D juga aman-aman aja. Komputer udah super lihai mengkalkulasi beban dan kecepatan sehingga akan mahir menaik-turunkan gigi sesuai kebutuhan. Dan ini tetep akan berlangsung dengan smooth, asal matic kita waras bin sehat tentunya. 😀 Hehehehehe…

>> CVT, DCT

Salah satu varian transmisi matic lainnya adalah yang bersistem CVT (Continuously variable transmission). Dia pake belt kayak motor matic. Pada transmisi CVT, tidak ada perpindahan gigi. Karena CVT bekerja dengan prinsip perenggangan pulley.

Era baru transmisi matic lainnya adalah DCT (Dual-clutch transmission). DCT itu, sederhananya, persisi dengan transmisi manual, hanya kalo di transmisi manual kita ngopling pake kaki dan pindah giginya pake ngoper tuas transmsi, di DCT koplingnya di-pencet oleh sistem elektronis di dalam girbox itu sendiri dan pindah giginya juga pake kinerja elektronis; yang mana posisi gigi ditentukan oleh komputer.

Meski jeroannya kayak transmisi manual yang pake kopling bukan pake torque-converter, namun karena pergerakannya berlangsung secara otomatis tanpa melibatkan campur tangan sopir (kecuali pas mode manual – itu pun tanpa injek kopling) maka ia masuk kategori transmisi otomatis.

“Sedikit” beda lagi antara transmisi manual dengan DCT: kalo transmis manual koplingnya cuman satu, di DCT ada dua. Sederhana kata, DCT itu seperti dua buah girbox; yang dibungkus jadi satu casing. Girbox yang sesisi isinya gigi ganjil, girbox sesisinya lagi isinya gigi genap.

Nah, pas masuk gigi ganjil, gigi genap sedang netral. Kemudian pas gigi ganjil netral, gigi genap langsung masuk. Jadinya ia bergerak begitu cepat berganti-gantinya.

Nama dagang DCT yang kondang adalah PDK (Porsche Doppelkupplungsgetriebe) pada Porsche dan DSG (Direct-Shift Gearbox) pada VW-Audi. FYI aja, Porsche itu juga anak persuahaannya VAG (VW-Audi Group). Sementara nama dagang DCT di BMW adalah SMG (sequential manual gearbox).

Lebih detail tentang prinsip kerja CVT dan DCT bisa disimak di video ini.

TRANSMISI otomatis konvensional, meski sudah computerized dan masih banyak/jamak dipakai di mobil-mobil keluaran sekarang, sudah lama ditinggalkan oleh BMW.

Akhir era ’90an BMW sudah memperbaruinya dengan Steptronic™. Steptronic adalah nama dagang BMW untuk sistem ransmisi manumatic.

Era kini, BMW lebih memilih menambah jumlah gigi transmisi untuk memperhalus lajunya kendaraan ketimbang menggunakan CVT. BMW-BMW keluaran terbaru, transmisinya lumrah pake 8-speed. Jelas rasio giginya akan sangat rapat dan tentunya perpindahan giginya akan semakin halus banget sekali. Sementara di beberapa BMW tipe sport keluaran baru, transmisi otomatis yang digunakan adalah SMG.

Entah kenapa BMW ndhak mau pake CVT. Audi pun juga (pernah)gagal menggunakan Multitronic™ alias CVT-nya.

Mungkin CVT bukan untuk mobil yang bisa dikendarai dengan binal dan sexy 😛

IMHO, CMIIW.

– FHW
manual – matic oke.

Advertisements

3 thoughts on “Mengenal Transmisi Automatic

  1. Klo kata wikipedia belt CVT cuma bisa “tahan” sampe 190HP, lebih dari itu entah putus/molor belt nya:))
    Mungkin oleh sebab dan karena itu bengewe g pernah pake CVT.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s