BMW Boros?

Masalah fuel-consumption BMW, saya kadang sampe males dengerin pertanyaan orang kalo pas di cucian mobil. Orang selalu nanya, “Wah, BMW V8 gini boros ya Mas?”

Jawaban saya:

MODUS I – Jawaban Ilmiah

“Wah, BMW-V8 gini boros ya Mas?”

“Namanya mesin gedhe pak, ya wajar kalo BBM-nya lebih banyak dibanding mesin kecil. Jadi sebenarnya mobil ini ndhak boros, cuma ‘sesuai kapasitas dan kemampuannya’. Boros itu kalo mesin sama cc-nya, tapi FC-nya beda… Nah itu baru boros… Bener kan Pak?” Kalo orangnya masih ngeyel,…

MODUS II – Jawaban Psikologis

“Wah, BMW-V8 gini boros ya Mas?”

“Ya ibarat Honda Revo dibanding Ninja 250 atau Honda Tiger lah Pak… Masak mau dipaksa bisa sama konsumsi BBM-nya? Bapak kan bisa ngebandingkan kan, beda kenyamanan, kecepatan, daya tahan, dan segalanya antara Supra Fit/Revo vs Ninja/Tiger?” Kalo orangnya masih ngeyel juga,…

MODUS III – Jawaban Nampar

“Wah, BMW-V8 gini boros ya Mas?”

“Ya gimana Pak ya, duit saya ini buuuaaanyakkknya minta ampun, dan saya sampe ndhak pernah sempat ngitung banyaknya duit saya karena saking banyaknya. Jadi ya biar bensinnya kaya gimana ini BMW, saya ndhak pernah ngitung tuh berapa habisnya…”

Berharap aja yang nanya ndhak jantungan. Soale kalo sampe kejang-kejang gara-gara jawaban saya, saya juga kagak ambil pusing koq πŸ˜€

Silakan kalo mau niru… πŸ˜€

– Freema HW
Vrhooommm! Vreeenggg!

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”
MEMILIH BMW – THE SERIES

Untuk ulasan, diskusi santai dan chit-chat silakan login ke sini http://www.facebook.com/groups/323699264381705

Memilih BMW Pt. I https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/04/11/memilih-bmw/
Memilih BMW Pt. II https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/05/01/bimmer-the-series-memilih-mobil-pertama-kita/
Memilih BMW Pt. III https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/08/bimmer-the-series-memilih-bmw-pt-iii/
Memilih BMW Pt. IV https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/23/bimmer-the-series-m5-murah-meriah-mewah-mangstabs-maknyusss/
Memilih BMW Pt. V https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/27/bimmer-the-series-sebuah-bmw-tua/
Memilih BMW Pt. VI https://freemindcoffee.wordpress.com/2012/01/14/bimmer-the-series-bmw-e36-318i-vs-320i/
Memilih BMW Pt. VII https://freemindcoffee.wordpress.com/2013/04/24/bimmer-the-series-alhamdulillah-thanks-allah/

Advertisements

Angkringan-Online Bimmerfan Mataraman Pt.1

DARI AWALNYA: KOMPETISI GALADESA MATARAMAN

Awalnya, ini adalah wadah online-only untuk para bimmerfan di kawasan Jatim-Mataraman (eks Karesidenan Madiun dan karesidenan Kediri)

Sebelumnya, di kawasan ini secara fisikal di beberapa kota di sini sudah ada klub lokal independen, macam BMW Tuner Club Blitar (kemudian bertransformasi menjadi Blitarian Bimmer), BMCC Madiunan, atau BMW Car Club Tulungagung.

Namun, dasar pertimbangan dibangunnya angkringan-online ini adalah karena banyak teridentifikasi bimerfan dari kota-kota di kawasan Jatim Mataraman ini yg berkeliaran di beberapa kota lain di kawasan ini juga. Misalnya, banyak biem dari Nganjuk atau Tulungagung yg sering keluyuran di Kediri, pun sebaliknya.

Jadi terlepas dari apapun klubnya, forum ini awal kecilnya ingin dijadikan wadah kenalan dan anjang sana serta tempat cangkrukan online para bimmerfan dari galadesa pedalaman Jatim-Mataraman ini, tanpa memandang (asal)klub-nya πŸ˜€

Namun pada perkembangannya, alhamdulillah nyaris bimmerfan dari ujung barat Indonesia hingga Papua pada nongkrong di sini (sungguh luar biasa tak terduga!). So, kayaknya identifikasi definitif bahwa ini adalah forum lokalan gini mesti direvisi.

Thus, kalo boleh kami identifikasikan untuk version 2.1 ini, maka Mataraman kita ibaratkan saja angkringan-online para bimmerfan seantero jagad raya πŸ˜€

Ya, angkringan!

Sebagaimana banyak kita ketahui, angkringan (berasal dari bahasa Jawa ‘ Angkring ‘ yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa terdapat di setiap pinggir ruas jalan di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Menu yg tersaji beragam dan berharga terjangkau.

Di angkringan, selain tersedia berbagai item makanan, juga tersedia berbagai topik diskusi πŸ˜€ Akrabnya susana dalam angkringan membuat nama angkringan tak hanya merujuk kedalam tempat tetapi ke SUASANA

Dan forum ini adalah angkringan(online)!

Di sini banyak menu tersaji: diskusi teknis semua model BMW, dan pernak-pernik otomotif atau ietem-item kehidupan.

Di sini kita mengobrol dengan santai dalam suasana penuh kekeluargaan. Di sini, di forum ini kita jadikan tempat yang egaliter karena bervariasinya karakter para warga forum tanpa membeda-bedakan strata sosial atau SARA. Di sini kita menikmati “sajian posting” sambil bebas mengobrol hingga larut malam meskipun tak saling kenal tentang berbagai topik tentang BMW atau kadang berdiskusi tentang hal yang serius.

Di sini, kita berdiskusi tentang BMW dan pernak-perniknya termasuk segala OOT (out of topik) yg tidak terlalu menyimpang dan tidak menjerumus SARA, yg intinya bisa kita sebarkan untuk memberikan pencerahan pikiran dan batin kita bersama. Sebagaimana nuansa yg diwadahi oleh suasana angkringan: freemind! Kebebasan berpiikir πŸ˜€

Onlenifikasi angkringan inilah yg sekarang kita coba jadilan ruh forum dumay (dunia maya) ini. Jadilah kemudian forum Mataraman ini seperti sekarang ini: ya serius ngebahas BMW, sampe becanda habis-habisan πŸ˜€

KEMUDIAN JADILAH: ANGKRINGAN-ONLINE BIMMERFAN MATARAMAN

Secara prinsip, tujuannya seperti yg kia uraikan di deskripsi group ini, intinya adalah:

  • Internal: bimmerfan se Mataraman agar saling kenal, jadi bisa saling sapa kalo lagi kinteran di kawasan sini.
  • Eksternal: buat bimmerfan dari mana saja se-Indonesia Raya tercinta ini tanpa memandang asal klub/komunitas, kalo kebetulan melintas di kawasan Mataraman dan sedang mengalami sesuatu, biar jelas ada yg dimintai tolong. πŸ˜€

Bukan mengharapkan biem anda mogok di sini, tapi umpama sampe kejadian, harapnannya dengan sekali posting di sini, se-Mataraman bisa memantau. Atau misalnya yg kesimpen di phone-book cuma nama temen dari Madiun misalnya, kalo ada apa-apa di kawasan Jatim Mataraman, sekiranya akan di-forward ke semua atau yg paling dekat dg TKP πŸ˜€

Pun lainnya itu, beberapa komunitas biasanya punya ciri khas tersendiri tentang bengkel rujukan/bengkel langganan, dll. di beberapa kota di luar kawasan Mataraman.

Temen-temen BMWCCI mungkin punya kenalan bengkel atau mekanik di sini dan di sana. Temen-temen BMWIndependent mungkin punya rujukan bengkel/montir di sini dan di sana. Temen-temen BUCKS mungkin punya ke-sreg-an dengan montir ini dan itu. Temen-temen BMW Tuner Club Surabaya biasa di bengkel ini misalnya, dll. dst. dsb. Hal kayak inilah juga yg kita pingin satukan di data base. Jadi kalo ada temen dari kawasan Mataraman sini sedang ke luar daerah, akan punya banyak rujukan untuk bengkel, atau yg lainnya, dari semua temen dari berbagai klub πŸ™‚

Kan enak to jadinya, semua bisa ngumpul di sini? Hehehehehe…

Inilah kenapa awalnya dipakai nama Mataraman, dan forum ini tidak akan pernah menjadi klub, karena kita tidak membatasi sesiapapun ngobrol di sini. Dengan kata lain, semua yg bergabung di forum ini tidak akan pernah disebut anggota klub. Ya karena kita emang bukan klub πŸ˜€ Hehehehe…

JADI INILAH: CROSS CULTURAL UNDERSTANDING

Well, meski kita dipersatukan oleh kecintaan pada karakter turangga (Jawa: kuda, tunggangan) bertjap baling-baling putih-biru ini, dalam kenyataan riil sehari-hari kita hidup dalam berbagai jenis perbedaan: perbedaan kultur, perbedaan jenis pekerjaan, dan perbedaan lingkungan nyata yg kita hadapi.

Tapi semua perbedaan itu adalah given dari Tuhan YME. Yg bisa kita lakukan dalam menjalani aktivias dalam segenap perbedaan ini adalah saling memberikan pemahaman (cross-cultural understanding) terhadap perbedaan yg terpampang di depan mata (di layar monitor maksudnya :D).

Contoh nyata ‘perbedaan karakter/kultur’ dalam forum ini:

  • Ada yg mungkin demennya ngikuti posting tentang teknologi baru BMW, termausk parts-parts single tuning (velg, body-kit, dll. dari brand Hartge, Hamann, ACS, dll.), ada yg mati-matian mertahankan biemnya ala kadarnya.
  • Ada yg demennya ngoprek dan menjadikan bengkel sebagai tujuan akhir kalo upaya ngopreknya udah mentok, dan ada yg rajin nyambangi bengkel mewah.
  • Ada yg demennya pokoknya biem kelas ngesot dan ngepot, bodi ceper habis, ban blink-blik menyilaukan mata, ada yg biemnya jalannya santai, santaiii banget.
  • Ada yg demennya ngeluuuuuus biemmnya terus, ada yg suka gk nyuci biemnya berhari-hari.
  • Ada yg demennya ngebahas teknis dengan bahasa serius, ada yg demennya ngebahas seluk-beluk biem dengan bahasa yg gak habis-habisnya becanda.
  • Bahkan ada yg cuma pemeriah forum kita dengan posting-posting gembira belaka, termasuk yg suka nongkrong sebagai silent-reader belaka. πŸ˜€

Hal-hal (perbedaan) ‘sederhana’ ini kadang sudah dicerna dan diikuti jika kita hanya mengikutinya di forum diskusi tertulis yg mana kita gk tahu gesture (intonasi dan gerak tubuh) pemostingnya.

Semua perbedaan karakter tersebut kita biarkan terwadahi di sini, tanpa ditonjolkan atau dilebihkan satu atas lainnya. Di sinilah kita belajar tentang cross-cultural understanding.

Di sini yg demen ngebengkel canggih bisa menghargai vs yg demen ngoprek abis (karena duit emang habis :D). Pun sebaliknya, yg demen ngoprek dibawah pohon waru bersama AVO-Meter dan testpen harus bisa menghargai pelanggan bengkel besar ber-tools canggih yg computerized dan full AC πŸ˜€

Di sini yg demen ngeluuus biem juga bisa santai ketemuan vs yg biemnya suka ngubang kecil-kecilan di lumpur dari jalan makadam.

Di sini yg suka sama bahasa-bahasa serius doang bisa neruskan posting yg cuma junki-junki; dan yg posting junki juga niatannya karena ingin membuat forum hidup dan sama sekali gk ada unsur ngerusuh barang sedikit atau secuil pun πŸ˜€

Di sini semua perbedaan diterima dan diwadahi bersama πŸ˜€

Belajar menghargai segala perbedaan yg ada sebagai manusia. Dan menadari bahwa di atas segala perbedaan-perbedaan “teknis” kehidupan tersebut, kita semua disatukan dalam persepsi bahwa kita hanya manusia sederhana yg kelak akan kembali kepada-Nya dalam kondisi polos tanpa membawa apa-apa kecuali amal kita dalam kehidupan.

Forum ini, selain mengupas teknis BMW, kita juga memegang filosofis kehidupan seperti itu πŸ˜€ Karena toh pada dasarnya produk benda seprti BMW pun juga dirancang dengan filosofi tinggi: filosofi tentang keselamatan, tentang keamanana, dan kenyamanan yg memanusiakan, terlepas dari sisi angka-nya. Karena angka di sini (Entah dalam hal ini adalah nilai jual barang dll. adalah konsekuensi πŸ˜€

Jadi inilah kenapa kemudian di sini kita biarkan semua warga forum RT Mataraman ini untuk posting dengan bahasa dan karakter masing-masing. Tanpa kita edit atau kita beri peringatan apapun! Pokok selama gk menjerumus SARA aja (Kecuali Sara Azhari yg kita demen banget dan bisa bikin peringatan….eh keringatan :D)

***

Satu benang merah yg ingin kita bentuk, jika klub-klub/komunitas macam BMCC, Tuner Blitar, BMW Tulungagung, dll. gitu adalah jelas klub nyata lokal, kita di sini adalah klub dunia maya saja. Jikalaupun toh ada kumpul-kumpul secara fisik, seperti kata Om Ardian: itu bonus πŸ˜€

Sampai kita punya guyonan: apapun asal klub/komunitas Anda, ngobrolnya di sini πŸ˜€ Hehehehe…

Tapi guyon ini ternyata beneran. Sebab banyak di sini temen-temen dari Luar Jawa yg aktif memantau forum ini. Dalam hal ini, kami dari gerombolan penghuni kawasan Mataraman sangat menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada temen sekalian yg sudi ikut dan betah nongkrong di sini.

Ini juga kita harapkan jadi referensi bersama. Referensi untuk mengetahui giamana siy lika-liku miara Biem di kampung temen-temen masing-masing sana, dll. dst.

Referensi ini mungkin juga bisa kita jadikan acuan. Oh ternyata seller ini kalo ngirim barang ke Sulawesi atau Kalimantan beneran cepet nyampe barangnya. Dll. Dst. Hal-hal sederhana, tapi sangat berarti bukan kalo kita tahu infonya? πŸ˜€

Hormat kami,
an. Penghuni RT Mataraman,
-ttd-
Petugas SISKAMLING

#ngopas lanjut ke sini https://freemindcoffee.wordpress.com/2015/04/28/angkringan-online-bimmerfan-mataraman-pt-2/

Mengenal Transmisi Automatic

Kalo tombol switch S-A samping perseneleng dan angka 2-3-4 di BMW fungsinya buat apa ya?

Saya agak terperangah melihat pertanyaan di angkringan-online tersebut.

Jika kita hendak menggunakan kendaraan dengan transmisi automatic, maka ini sebenarnya sesuatu yang kita semua pasti harus tahu sebelum menjalankan kendaraan, dan ini ada di buku manual. Sebab pertanyaan ini seperti: di mana tuas sein, di mana tuas/tombol pembuka kaca jendela, bagaimana cara mmbuka tutup bensin, di mana letak dongkrak dan kunci roda, dll.

Sesuatu yang standar/baku diketahui dan dipahami sesiapa saja yang hendak mengemudikan kendaraan.

Dan itu semua PASTI ada di buku manual.

Bagaimana kalo kita ndhak punya buku manual (owner-manual) kendaraan? Cari di internet, kopi punya temen, atau hubungi dealer. Buku manual -bagi saya pribadi- wajib ain hukumnya untuk setiap produk, khususon kendaraan.

Kecuali pertanyaan tersebut sebagai sebuah wawasan, mungkin ini lain soal. Dan baiklah. Kita anggap ini sebagai sebuah wawasan.

>> P-R-N-D-4-3-2-1

Pada case ini, itu adalah tuas transmisi otomatis. Masing-masing posisi menunjukkan perintah, fungsi, atau kondisi transmisi.

P = Parking.
R = Reverse/mundur.
N = Neutral
D = Drive. Berhubung angka di bawah D ini adalah 4, maka di BMW ini artinya si transmisi punya 5 kecepatan. Alias D di sini = maksimal gigi 5.

4-3-2 atau 3-2-1 = Maksimal/batasan gigi tertinggi yang digunakan. Jika tuas kita pasang di posisi/level 3, maka gigi maksimal yang dipakai adalah gigi 3. Dengan kata lain mobil akan menggunakan gigi 1, 2, 3 sesuai kebutuhan (kecepatan, beban/tanjakan, nyalip, dll.). Batasan gigi ini biasanya digunakan di jalanan yang menanjak, seperti di pegunungan, agar mesin lebih enteng bekerja.

Sementara tombol di samping tuas transmisi, dalam hal ini adalah tombol A dan S adalah mode kerja transmisi.

A = Adaptive. Mobil akan dijalankan dengan perpindahan gigi sesuai kebutuhan. Orientasi pada kebutuhan berjalan normal. Pada mode A(daptive), perpindahan gigi akan dilakukan pada RPM rendah (kisaran 1500-2500 RPM) sehingga perpindahannya jadi halus.

S = Sport. Di sini komputer akan memerintahkan perpindahan gigi pada RPM tinggi (kisaran 3000an RPM, tergantung tipe kendaraan) sehingga mobil larinya jadi galak banget dan mesin berteriak lebih kenceng.

Di beberapa mobmwil tua bmwangka lainnya, lainnya switch A dan S, ada tambahan gambar bunga es. Ini dioerientasikan untuk jalan licin/salju biar mobil ndhak gampang slip.

>> SHIFT ON THE FLY

DI mobil lain, mungkin transmisi matic mereka bukan pake angka kayak BMW. Misal P-R-N-D-S-Low atau apapun. Prinsipnya sama.

Apakah transmisi matic (orang bule wajar menyingkatnya auto, entah kenapa di sini jadi matic) bisa dioper-oper saat mobil berjalan?

Matic era ’80an yang masih pake sistem mekanis murni mungkin ndhak bisa. Buku manual mempersyaratkan mobil harus berhenti atau berjalan dengan kecepatan super sangat rendah untuk kita pindah gigi. Misalnya habis jalan mendatar kemudian mau nanjak di area pegunungan. Jika dipaksa, matic bisa ‘ambrol’/rontok.

Matic BMW era ’90an udah computerized yang perpindahannya dikendalikan oleh komputer. Matic ini bisa shift-on-the-fly. Jadi umpama kita keluar tol trus kemudian masuk area pegunungan yang jalannya nanjak kelak-kelok, di wilayah Ciamis atau Pujon atau Brastagi atau Malino misalnya, ndhak perlu berhenti langsung aja pindah tuas ke level yang sekiranya dan secukupnya diperlukan. Misal ke level 3 atau 4. Atau level 2 kalo jalannya super ekstrim, misal Anda mau masuk hutan pinus dengan jalan makadam yang bergetar eh menanjak hebat. πŸ˜€

Tapi meski bisa shift-on-the-fly, ngopernya tetep yang kira-kira lho ya! Kalo pas kecepatan tinggi di posisi D, ya jangan langsung mendadak dioper ke level 3. Mesin akan meraung kencang terkena efek engine-brake.

TRANSMISI otomatis digerakkan oleh mekanisme torque-converter. Sederhanan kata, ia seperti turbin yang mendorong oli transmisi (oli matic); sehingga membuat gigi-gigi transmisi berputar atau berpindah.

Transmisi otomatis memang mudah dipakai. Hanya kelemahannya konon ia menghilangkan tenaga sampai 20%.

Bagaimana cara kerja transmisi otomatis dan troque-converter, bisa disimak di dua seri klip ini.

>> 1 ATAU 2?

Kenapa di transmisi matic BMW tua koq angka terendah ada yang 1 ada yang 2?

Angka 1 dipasang di matic yang 4-speed. Angka 2 ada di matic yang 5-speed.

Yang level terendahnya 2, brarti ndhak ada gigi 1 kah?

Tetep ada, cuman maksimal batasannya di gigi 2. Mungkin karena gigi 1 terlalu pendek atau terlalu mubadzir untuk dijadikan batasan terendah, mungkin karena power mesinnya lumayan gedhe sehingga pada seberat-beratnya medan gigi 2 masih sanggup dihela.

Meski level batasannya 2, gigi 1 pasti tetep dipakai. Mobil pertama berjalan pasti masuk gigi 1 dulu πŸ˜€

BATASAN gigi tertinggi tersebut bukan berarti mobil hanya menggunakan gigi pada level yang kta pilih lho!

Misal tuas kita taruh di level 3, bukan berarti sepanjang perjalanan mobil akan menggunakan gigi 3 terus πŸ˜€

Mobil tetep pake gigi 1 atau 2 atau 3, tergantung kebutuhan (kecepatan, beban, dll.) yang itu dikalkulasi sendiri oleh komputer. Makanya meski mobil matic, kadang kita merasakan seperti ada perpindahan (naik/turun) gigi.

Bahkan saking pinternya ECU generasi matic terakhir, komputer bisa berpikir jauh lebih cepat untuk memutuskan “gigi harus turun dan rpm harus naik berapa” saat diperlukan ketimbang otak kita memutuskan harus pake gigi berapa tatkala kita pake mobil bertransmisi manual.

Di jalan turun-tanjak pun, kadang posisi tuas tetep di D juga aman-aman aja. Komputer udah super lihai mengkalkulasi beban dan kecepatan sehingga akan mahir menaik-turunkan gigi sesuai kebutuhan. Dan ini tetep akan berlangsung dengan smooth, asal matic kita waras bin sehat tentunya. πŸ˜€ Hehehehehe…

>> CVT, DCT

Salah satu varian transmisi matic lainnya adalah yang bersistem CVT (Continuously variable transmission). Dia pake belt kayak motor matic. Pada transmisi CVT, tidak ada perpindahan gigi. Karena CVT bekerja dengan prinsip perenggangan pulley.

Era baru transmisi matic lainnya adalah DCT (Dual-clutch transmission). DCT itu, sederhananya, persisi dengan transmisi manual, hanya kalo di transmisi manual kita ngopling pake kaki dan pindah giginya pake ngoper tuas transmsi, di DCT koplingnya di-pencet oleh sistem elektronis di dalam girbox itu sendiri dan pindah giginya juga pake kinerja elektronis; yang mana posisi gigi ditentukan oleh komputer.

Meski jeroannya kayak transmisi manual yang pake kopling bukan pake torque-converter, namun karena pergerakannya berlangsung secara otomatis tanpa melibatkan campur tangan sopir (kecuali pas mode manual – itu pun tanpa injek kopling) maka ia masuk kategori transmisi otomatis.

“Sedikit” beda lagi antara transmisi manual dengan DCT: kalo transmis manual koplingnya cuman satu, di DCT ada dua. Sederhana kata, DCT itu seperti dua buah girbox; yang dibungkus jadi satu casing. Girbox yang sesisi isinya gigi ganjil, girbox sesisinya lagi isinya gigi genap.

Nah, pas masuk gigi ganjil, gigi genap sedang netral. Kemudian pas gigi ganjil netral, gigi genap langsung masuk. Jadinya ia bergerak begitu cepat berganti-gantinya.

Nama dagang DCT yang kondang adalah PDK (Porsche Doppelkupplungsgetriebe) pada Porsche dan DSG (Direct-Shift Gearbox) pada VW-Audi. FYI aja, Porsche itu juga anak persuahaannya VAG (VW-Audi Group). Sementara nama dagang DCT di BMW adalah SMG (sequential manual gearbox).

Lebih detail tentang prinsip kerja CVT dan DCT bisa disimak di video ini.

TRANSMISI otomatis konvensional, meski sudah computerized dan masih banyak/jamak dipakai di mobil-mobil keluaran sekarang, sudah lama ditinggalkan oleh BMW.

Akhir era ’90an BMW sudah memperbaruinya dengan Steptronicβ„’. Steptronic adalah nama dagang BMW untuk sistem ransmisi manumatic.

Era kini, BMW lebih memilih menambah jumlah gigi transmisi untuk memperhalus lajunya kendaraan ketimbang menggunakan CVT. BMW-BMW keluaran terbaru, transmisinya lumrah pake 8-speed. Jelas rasio giginya akan sangat rapat dan tentunya perpindahan giginya akan semakin halus banget sekali. Sementara di beberapa BMW tipe sport keluaran baru, transmisi otomatis yang digunakan adalah SMG.

Entah kenapa BMW ndhak mau pake CVT. Audi pun juga (pernah)gagal menggunakan Multitronicβ„’ alias CVT-nya.

Mungkin CVT bukan untuk mobil yang bisa dikendarai dengan binal dan sexy πŸ˜›

IMHO, CMIIW.

– FHW
manual – matic oke.