Bimmer The ‘Series”

Venn

Ini analisis & opini saya pribadi, alias IMHO: bahwa “BMW ndhak pernah makan antar segmentasi pasarnya”.

Seri 3 secara sendirian menang di keiritan. Ndhak pernah bisa ditandingin seri-seri di atasnya.

Seri 5 masih lumayan irit, namun unggul di kelincahan/performa yang luar biasa. Dan sudah mengusung kenyamanan. Hanya iritnya kalah sama seri 3, dan nyamannya kalah sama seri 7.

Seri 7 melulu mengedepankan kenyamanan yang luar biasa, yang mustahil bisa ditandingin seri di bawahnya. Tapi jelas juga performanya bakalan dilibas seri 5 (dg mesin setara/sama); dan keiritan adalah kata haram untuk diucapkan kala membahas seri ini.

Akhirnya, memilih/membeli BMW (baru) selanjutnya akan ditentukan oleh pilihan kebutuhan pembelinya; bukan pada kondisi keuangannya.

>> Seorang yang butuh mobil nyaman namun tak perlu melaju luar biasa kencang, akan ambil Seri 7 mesin kecil. Misalnya mereka yang tinggal di Singapura atau Jepang atau jenis kota yang padat secara commonly & usual Seorang yang pilih kenyamanan luar biasa dan masih butuh lari kencang, akan ambil seri 7 mesin gedhe. Mungkin ini bagi mereka yang tinggal di Amerika, Eropa, atau pun Indonesia juga.

>> Seorang yang membutuhkan dinamisme luar biasa, akan ambil seri 5 mesin gedhe. Seorang yang membutuhkan dinamisme namun tak perlu jalan kencang, akan ambil seri 5 mesin kecil.

>> Seorang yang perlu mobil ringkas dan butuh having-fun serta sibuk luar biasa, akan cocok meminang seri 3 mesin gedhe. Seorang yang perlu mobil ringkas namun cukup untuk daily tanpa terlalu butuh performa, akan ambil seri 3 mesin kecil.

Ini dibedakan secara manajerial, bukan secara teknis.

Artinya, insinyurnya BMW hanya membuat hal teknis berdasarkan perintah dari jajaran manajemennya. Klasifikasi segmentasi pasar/pembeli dan positioning produknya akan diterjemahkan menjadi beberapa pilihan mesin dalam satu kelas.

Dan implementasi efisiensi serta efektivitas produksi dan operasional manufakturasi, kemudian diterjemahkan bahwa banyaknya pilihan mesin tersebut sebenarnya adalah bukan (mesin) yang berbeda-beda. Satu mesin bisa saling-silang ditanamkan di beberapa seri.

SERI-SERI TERBARU

IMHO. Saat ini muncul juga Seri 1 dan 6, yang kayaknya di-positioning-kan untuk segmen yang niche, alias sangat khusus.

Ibarat minuman, itu seperti poduk yang ‘tanpa gula’ atau bener-bener untuk yang berkeinginan/berkebutuhan khusus.

Seri 1 untuk need yang sangat simpel, misalnya untuk anak sekolah, ibu belanja, atau ngantor bolak-balik yang lebih personal.

Sementara Seri 6 positioning-nya untuk having-fun.

Meskipun membawa seri 6 buat ngantor juga ndhak masalah; atau membawa Seri 7 untuk berlibur juga ndhak haram. Sama juga kayak ngebawa Ferrari ke mall atau ke Gym.

Namun jelas secara definitif, bukan begitu maksud dan tujuan board-of-management BMW (dan berbagai perusahaan lain) sepertinya pas mendefinisikan segmentasi produknya.

Dalam definisi produk, selalu akan ada spesifikasi definitif dari positingnya yang asli dan benerannya. Ini misalnya seperti double-cabin, yang positioning asal & aslinya adalah untuk kendaraan light-load namun hard-road. Meskipun kemudian double-cabin ada yg dikinclong-kinclongkan dan dibawa ke mall 😀

Saya pikir, yang cerdik adalah saat BMW memerlukan pengembangan segmentasi pasar lain, namun di luar mainstream BMW yang berpenggerak roda belakang; mengusung kemewahan di semua kelas; dan berperforma di atas rata-rata.

Saat melihat peluang lakunya mobil ringkas berpenggerak roda depan yang simpel, irit, dan taktis, BMW kemudian membeli MINI ketimbang seperti Mercy menciptakan A-Class.

Dan saat kebutuhan mobil super-duper mewah juga ada, BMW lebih memilih membeli Roll-Royce ketimbang melahirkan brand baru macam Mercy menelurkan Maybach.

Alhasil, Maybach pun keteteran melawan brand mewah settle lainnya.

Dan di sisi teknis, langkah cerdik BMW untuk menghemat biaya R&D adalah dengan membeli Land Rover. Dengan ini, BMW langsung seketika bisa membuat mobil garuk tanah yang jagoan, karena sebelumnya mereka ndhak punya pengalaman dalam bidang turangga pengaruk tanah alias SUV.

Lahirnya X5 yang aslinya adalah Range Rover dengan lampu BMW.

Yang lumayan mengejutkan adalah ketepatan BMW dalam menyematkan fitur i-Pod connection di Head Unit X5, sebagai mobil pertama di dunia yang punya fitur iPod connection.

Memang teknologi tersebut bakalan booming setelahnya, dan BMW udah nebak ini pastinya. Tapi timing yang pas saat menjadi yang pertama itu yang kemudian dikenang dunia sepanjang masa.


Yang bikin panas kompetitor adalah saat BMW dengan berani dan penuh perhitungan menelurkan X6. Kendaraan tanggung yang ndhak bisa didefinisikan sebagai penggaruk tanah.

Namun juga punya keunggulan di luar sedan.

Kompetitor meradang karena suksesnya definisi baru sebuah produk ini. Alhasil, kini Mercy pun sedang ancang-ancang nyiapkan lawan tandingnya.

CMIIW.

Freema HW,
– Ngawur

—————————————
MEMILIH BMW – THE SERIES

Untuk ulasan, diskusi santai dan chit-chat silakan login ke sini http://www.facebook.com/groups/323699264381705

Memilih BMW Pt. I https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/04/11/memilih-bmw/
Memilih BMW Pt. II https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/05/01/bimmer-the-series-memilih-mobil-pertama-kita/
Memilih BMW Pt. III https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/08/bimmer-the-series-memilih-bmw-pt-iii/
Memilih BMW Pt. IV https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/23/bimmer-the-series-m5-murah-meriah-mewah-mangstabs-maknyusss/
Memilih BMW Pt. V https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/27/bimmer-the-series-sebuah-bmw-tua/
Memilih BMW Pt. VI https://freemindcoffee.wordpress.com/2012/01/14/bimmer-the-series-bmw-e36-318i-vs-320i/
Memilih BMW Pt. VII https://freemindcoffee.wordpress.com/2013/04/24/bimmer-the-series-alhamdulillah-thanks-allah/

Advertisements