Bimmer Beach Party

Setelah ikut teman-teman Blitarian masang Jumat malam dan langsung upload jam 2 dini hari tersebut, Sabtu pagi jam 7 kami berangkat (lagi) jemput kawans bimmerfan Tuner Surabaya di Jombang, untuk selanjutnya memandu kawan-kawan ke arah Pare melewati jalanan pedesaan menuju Wates hingga Blitar.

Tiba di Blitar dan berkumpul dengan kawans bimmerfan Blitar, kemudian rombongan besar ini berbarengan menuju arah Tulungagung – Durenan – Bandung – Prigi. Berangkat jam 2, jam 4 sore kami tiba di TKP.


– Juragan


Sedang melihat teman-teman sebayanya (TK) yang lagi pawai, di Jombang


– Menembus kepadatan lalu-lintas.


– Sepi.


– Bersama Bu Caesar.


Freema jr. bersama Caesar jr.


– Ibu-ibu Blitarian. Ada Om Ferries yang nyelip šŸ˜€


– Regrouping.


– Jalanan menuju pantai Prigi, Trenggalek.

MELIHAT pantai, anak-anak kecil langsung tak sabar untuk main pasir dan air… Sementara yang lain menikmati ‘welcome drink’ berupa es kelapa muda nan segar dan nikmat…

Sempat ada satu tragedi kecil saat kami sampai. Saat melibas jalanan pegunungan, yang sebenarnya overall mulus ber-hotmix namun dengan sedikit/beberapa aspal yang berlobang dan rusak, ban E46 bro Farid dari Surabaya pecah. Maklum, velgnya luar biasa gedhe sehingga jatuhnya profil (lebar dinding samping ban) tipis. Ban demikian memang maknyusnyusnyus jika buat ngetrek di jalan raya, namun sangat riskan untuk pemakaian di jalur pegunungan yang penuh tanjakan atau aspal yang rusak. Terpaksa, sore itu beberapa kawan tampak sibuk membantu bro Farid mengganti bannya.

TRAGEDI SI BIRU NGGELUNDHUNG

Tragedi kecil tersebut belum berakhir. Pagi hari, mobil Om Yudith yang juga dari Surabaya ke-lock. Kunci tertinggal di dalam, dan pintu tertutup semua sementara semua penumpangnya sedang di luar. Pada kondisi demikian, central-lock pada beberapa detik akan mengaktifkan diri dan mengunci diri/pintu.

Alhasil, semua bergotong royong mencoba membukanya. Menurut record kisah, saat turing ke Bukit Dayu beberapa waktu lampau, pintu ini juga sempat ter-auto lock. Saat itu, alhasil kaca kecil di pintu belakanglah akhirnya dipecah!

Namun kali ini mekanik dan beberapa bimmerfan mencoba cara lain. Dengan menelisipkan kawat di frame kaca yang sedikit ditarik paksa.

Para BMW itu parkir berderat di perpakiran mobil yang disediakan pengelola tempat pariwisata Pantai Pasir Putih, Prigi. Parkiran itu berada di depan deretan rumah makan/toko suvenir. Di depan parkiran adalah jalan raya, baru kemudian area pantai. Antara jalanan dengan area pantai ini dibatasi oleh tanggul setinggi sekitar 20 cm dari aspal. Tanggul kecil ini menjadi semacam pembatas yang memisahkannya…

Kurang lebih gambarannya ini
– Ini si biru kondisi parkir, posisi miring/menunduk… di depannya jalanan, dan di ujung pinggir jalan itu portal 20an cm yang dia buat jumping dan nyanggrok…

Area parkir mobil ini lumayan tinggi, sehingga miring pada ujungnya yang berhadapan langsung dengan jalanan.

Kebetulan, para BMW ini berparkir menghadap jalan semua, dan hidung mobil semua sedikit diturunkan di landasan yang miring, sehingga seperti menghormat ke arah jalanan.

Semua terparkir rapi, dan well, semua pun setelahnya berlarut dalam kegembiraan. Malam menjelang, pesta ikan tuna bakar telah disiapkan oleh tim catering yang telah dikontrak panitia. Sambil makan malam, acara diiringi dengan organ tunggal sampai jam 10-an.

Kemudian acara adalah berlayar ke pulau kapuk alias tidur šŸ˜€ Para Bapak beberapa tampak berjaga sambil ngopi dan ngobrol sampai subuh…

Pagi hari, semua keluarga tampak sibuk dengan urusan mandi dan lain-lain. Pun dengan kami. Saat ibunya AleefRahman berdiri di samping jok belakang (dengan pintu terbuka) untuk mempersiapkan perlengkapan ganti baju AleefRahman, AleefRahman tampak asyik bermain di jok depan, di jok pengemudi. Dia bergaya nyopir dengan memutar-mutar setir (meski putarannya sangat sedikit/hampir gk bisa diputar karena stir dalam kondisi ter-lock).

Karena kakinya tak nyampe pedal gas/rem, tangannyalah yang asyik bermain. Dia pura-pura mengoper-oper persneling, seperti saat Bapaknya menarik tuas dari P (Parking) ke D (Drive) atau posisi lain saat mobil dijalankan/dimundurkan.

Nah, dari asyiknya main ini, sepertinya dia sempat juga memainkan hand-brake. Hingga pada satu detik di mana ada komposisi perseneling dia tarik ke posisi D dan handbrake dia lepaskan dari kuncian; dan dengan posisi mobil yang menunduk ke depan sesuai kontur landasan parkir yang menurun; alhasil..

.. si biru meluncur tajam; menggelinding alias nggelundhung melaju ke depan!

Semua mata yang melihat tentu tegang. Sebab, selain ada portal setinggi 20-an cm di seberang jalan yang memisahkan antara jalanan dan pantai tadi, tepat di depan mobil, pada posisi sisi jalan yang sebelah seberang ada tukang es krim yang usai melayani pembeli!

Untungnya, dalam kondisi mesin motor yang mati, si Mas tukang es krim sigap! Dia langsung mendayung sekuat tenaga motornya maju ke depan menghndari ditabrak oleh si biru!

Tepat sebelum si biru menyentuhnya, si Mas tukang eskrim berhasil menghindar!

Si biru terus melanjutkan luncurannya… Ibunya AleefRahman berteriak refleks sambil mengejar dan mencoba meraih hand-brake… Tampak di pantai, beberapa keluarga dan satu tukang bakso (?) yang posisi mereka tepat di arah luncuran si biru tampak kalang kabut menghindari bahaya… Itu rombong bakso ditinggal begitu saja sama si pemiliknya…

Hand-brake sih sempat tertarik, namun semuanya terlambat.. Si biru sudah menerjang portal, jumping sedikit, dan akhirnya bagian dek bawah nyangkut di portal dengan roda depan sudah melewati itu portal šŸ˜¦

Kondisi tegang sementara…

Bapaknya AleefRahman yang saat itu berada di kumpulan bimer yang turut membuka pintu baru sampai larinya… Dalam kondisi si biru yang sudah berhenti karena tersandung portal itu…

AleefRahman langsung diangkat Ibunya. Sebelumnya, dia terlihat takut sebenarnya. AleefRahman dalam posisi melungker dan miring bersadar jok saat dia diangkat…

SYUKUR ALHAMDULILLAH

Semua yang ada langsung mengerubung si biru. Tampaknya semua sigap, langsung berteriak, “Kami angkat ramai-ramai Mas!”

Bapaknya Aleef mengganjal roda dengan batu, mencoba membuat semacam tangga agar roda bisa menggelinding halus naik ke portal dan kembali ke aspal. Dia bilang ke orang-orang, mau bantu dengan mundur dengan menyalakan mesin.

Tapi orang-orang yang ada justru mencegahnya dan bilang cukup di angkat saja…

Jadilah dia ngalah, dan beberapa orang tampak mengambil posisi di depan hood untuk kemudian mengangkat mobil. Holobis kuntul baris, si biru berhasil di selamatkan…

Mesin mencoba dinyalakan, dan nyala! Di gas tinggi, tak ada perubahan suara yang berarti… Tampaknya mesin selamat…

Masih dengan tegang, transmisi coba dimasukkan. Bisa masuk. Posisi R, mobil bisa dimundurkan dengan sempurna.

Setelah bagian bawah di cek, tak ada yang rusak sama sekali!

Allahu Akbar, Alhamdulillah, Puji Syukur Tuhan…!

Hanya ada satu plastik menutup dek bawah yang lepas dan sedikit pecah. Plastik ini berfungsi untuk menutup pengaitnya dek bawah. Sementara dek bawah adalah fiber merata yang berfungsi melindungi bagian bawah mesin. Sehingga jika di lihat, di bagian bawah ini mesin menjadi tampak serasa rata…

Beberapa bimmerfan yang penasaran juga ikut memeriksa.. Mereka semua juga heran… Tanpa bermaksud apa-apa, semuanya bersyukur bahwa ini BMW. kualitas material dan kepresisian rancang bangunnya telah menyelamatkan si biru dari kerusakan yang tragis.. Apalagi mengingat bahwa si biru ini sedan, yang memiliki ground-clearance rendah, hanya sekitar 15cm saja… šŸ˜¦

Usai memundurkan si biru, sejurus kemudian E34 putih Om Yudith juga berhasil ditarik tuas kunci pintunya… Terbukalah juga pintu mobil beliau..

Alhamdulillah ya Allah…

Di tempat aman, Aleef malah dikerubungi para bapak sesepuh club. Dia digojlok habis-habisan.

“Kamu pingin nyetir ya, Dik? Mestinya tadi setirnya kamu belokkan gini (sambil mutar tangan) gitu…” Goda seorang sesepuh šŸ˜€

Dan kemudian dari pengeras suara ada pengumuman, peserta turing BMW ini dipersilakan sarapan…

***

USAI sarapan, acara adalah berlayar. Panitia telah menyewa perahu untuk peserta berlayar menyusuri yeluk. Melihat dari dekat pulau-pulau yang ada di kejauhan.

Kebetulan, telah 10 di teluk tersebut ada kapal buang sauh. Kapal ini menurut penduduk setempat adalah kapal batubara. Dia bongkar muatan agak jauh di pantai, dan muatan diambil dengan kapal tongkang yang lebih kecil, bolak-balik dari kapal ke pantai… Entah untuk apa batubara ini, mungkin untuk bahan bakar industri yang ada di daratan.

Usai berlayar, hari semakin siang, panitia memutuskan memangkas acara game dan membongkar tenda lebih cepat dari jadwal.

Bukan karena apa, kebetulan saat itu long-weekend, pantai tiba-tiba kedatangan pengunjung luar biasa banyak. Parkiran pun sampai kepenuhan dan banyak yang memarkir kendaraan atau bus pariwisata medium ke sepanjang pinggir jalan.


– “Mobil keluarga”. Mobilnya Geva šŸ˜€


– Pantai Pasir Putih, Prigi, Trenggalek di pagi hari.


– Kapal yang lagi buang sauh… Saat malam, dia hanya terlihat lampu-lampunya yang indah.. Seperti anjungan lepas pantai gitu…

Briefing dan closing sebentar dan diikuti dengan doa penutup oleh Pak Mahmud, sesepuh klub, akhirnya kami semua kembali beriringan menuju Tulungagung.

Dari Tulungagung, rombongan Surabaya dan Blitar saling bersalaman dan berpisah.

Dalam perjalanannya kembali ke Blitar, rombongan Blitar sempat mampir makan siang yang tertunda di sebuah lesehan yang ditemukan.


– Ini yang moto AleefRahman šŸ˜€

Alhamdulillah, semua kembali tiba di rumah dalam kondisi lancar dan selamat.

Terima kasih Tuhan, Alhamdulillah, Thanx God…

_/\_

– Both Deasy & Freema,
Love you all always.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s