(Bimmer The Series) Memilih Mobil Pertama Kita

*Aka. Memilih BMW Pt. II, melanjutkan catatan “Memilih BMW Pt. I” dari sini https://freemindcoffee.wordpress.com/2014/08/14/memilih-bmw/

“Perkara penggerak roda belakang, terangkan aja ke suamiku. Aku nggak seberapa paham bedanya. Aku cuma advice di tampang. Dan bukannya BMW pajaknya lebih mahal?”

-PM Seorang temen, yg kebetulan seorang ibu rumah tengga sekaligus wanita karier yg baik, yg mana ia dan suaminya keduanya adalah teman saya sekaligus-

Demikian ungkap seorang teman, seorang Ibu; yg lagi mencari kereta seken terjangkau untuk membawa anggota keluarganya: kedua buah hati mereka yg lucu dan menggemaskan, dalam diskusi kami di sini http://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=213205925364513&id=641283286

BMW memang lebih mahal pajaknya ketimbang mobil Jepang selevel (Eg. Cielo, yg levelnya masuk BMW seri 5); soale pajak kan diitung dari persentase harga barunya itu mobil… Sementara dari barunya memang njomplang jauh..

Bandingannya sekarang, Accord mesin 2400cc harganya 400an jt, BMW 523i (dibaca seri “5” dengan “23”00cc) harganya 800-an. Atau Accord 3500cc harganya 700an, BMW dg mesin selevel: 535i (dibaca seri “5” dengan “35”00cc) harganya 1,3 M! Selisihnya maknyusss banget itu.

Dari sini jadinya pajak BMW lebih mahal…Tapi meskipun mahal untuk barunya, pajak BMW usia 15an tahun gini Insya Allah sudah terjangkau koq untuk rata-rata kantong kita.

Berapa pajaknya? Setara duit yg dibakar orang tolol dalambentuk rokok selama setahun!!! Nah tuh… 😀

Tapi kenapa harga baru BMW sampe njomplang sebegitu jauh?

Yg pertama memang dari pajak masuknya. BMW diproduksi (secara pretelan maupun utuh) semua dari Jerman or Afrika Selatan or Cina (or Amerika sendiri untuk pasar Amerika), di pabrikan langsung punya BMW (untuk BMW tua-tua tahun 90an gitu produksinya yg masuk ke sini masih dari Jerman semua); baru kemudian dirakit (CKD) di Indonesia.

Karena masih impor, dlm komponen harga jual BMW tentu termasuk ongkos impornya juga. Yah, jadinya memang tinggi sekali 😀

Sementara Honda sudah punya pabrik langsung di Indonesia. Banyak komponennya sudah buatan Indonesia. Yg mana artinya ongkos produksinya bisa ditekan. Jadinya harga jualnya rendah sekali. So pajaknya ikut murah. Sekalipun beberpaa model tidak dirakit di Indonesia (bia Thailand kebanyakan untukmobil Jepang yg dijualuntuk pasar Asean), tetap saja ini dekat (dan ada AFTA plus perjanjian pengurangan pajak antara Indonesia dg Jepang).

Tapi selain masalah biaya impor, memang kualitas komponennya -tanpa bermaksud merendahkan merk lain sama sekali- memang beda…

Kalo joknya BMW kita sobek, bahan “kulit”-nya itu tebelnya mita ampun. Aku pernah bandingkan langsung dengan bahan jok mobil Jepang. Juauhhh bedanya!

Mirip kulitku yg badak dengan kulit Deasy yg lembut gitulah *halahhh* .. 😀 Tapi beneran, emang gini… Perbandingannya mungkin bisa 1:3 sampe 1:6 tentang ketebalannya.

Belum lagi plat bodinya.

Gampangnya, kalo di parkiran kantormu ada BMW, coba ketuk bodinya. Bunyinya akan duk-duk-duk.. kerasa platnya tebal.

Plat bodi yg tebal ini fungsinya untuk kemananan (kalo terjadi tabrakan ringan-sedang). Selain itu, karena plat bodinya tebal, otomatis kendaraan jadi lebih berat. Bobot kendaraan yg berat ini justru akan membuat kendaraan stabil/anteng; nggaklimbung/ngleyang gitu…

Memang ini harus dibayar dengan konsumsi bensin yg sedikit lebih boros. Tapi seboros-borosnya, umpama dibandingkan, perkiraanku siy bawa Cielo vs BMW dari Malang ke Jember paling selisih bensinnya cuma 50r-ban… Worth aja kan? Dan ingat, konsumsi bensin yg cuma sedikit lebih banyak itu adalah harga yg kita dapatkan untuk memperoleh keselamatan dan kenyamanan lebih.

Bandingkan dengan mobil Jepang. Plat bodinya kalo diketuk bunyinya deng-deng-deng.. Jelas kan, cuma berapa tebal plat bodinya? 😀

Waktu ngetuk bodi BMW, tenang aja, BMW nggak bisa dikasih alarm yg mbengok-bengok gitu.. Kalo dimaling, komputer BMW akan membunuh dirinya sendiri sehingga mobil gak akan bisa diapa-apakan, apalagi dibawa lari. Kecuali emang malingnya bawa mobil derek, dan mobil dereknya bisa lari sekencang Ferari 😀

Beda dengan mayoritas mobil Jepang. Alarmnya suka teriak-teriak. Meskipun kencang teriakannya, maling masih akan sempat melarikan itu mobil. Atau mungkin maling akan membungkam teriakan alarm terlebih dahulu, dan tinggal santai melenggang kangkung.

Kami dulu pas beli, cara kami milih adalah menetapkan dulu apa kebutuhan kami, bukan merk mobilnya duluan.

Yakni mobil yg memang harus tahan banting; mesinnya awet. Okelah sekali maintenance akan makan biaya lumayan; tapi jangan sampai mobil yg maintenance-nya murah tapi rajiiin banget silaturahmi ke bengkel. Total-costnya jatuhnya sama aja kan jadinya? Malah kita bakal rugi waktu karena mobil lebih cinta sama bengkel ketimbang majikannya. Sakit hati pastinya…

Fisik mobil juga mesti:

  • Kuat dihajar di jalanan: enteng naik tanjakan tajam (dan ini hanya bisa diperoleh oleh mobil berpenggerak roda belakang. Mobil penggerak roda depan akan memble kalo sidah demikian),
  • Harus stabil melibas tikungan penuh kelokan tanpa slip (mobil penggerak roda depan suka nggak presisi kalo dibuat nikung secara ekstrim),
  • Kuat melintas jalan makadam (mobil penggerak roda depan akan cepat rontok kaki-kakinya kalo melibas makadam terus-menerus ketimbang mobil berpenggerak roda belakang), dan
  • Tulang punggung nggak capek kalo jalan jauh nonstop (kenyamaman ini ditentukan oleh rancang bangun suspensinya serta bahan jok yang digunakan. Suspensi mobil canggih akan menjaga mobil lebih nyaman dikendarai; serta bahan plus rancang bangun jok berkualitas akan membuat badan nyaman saat duduk pada perjalanan jauh).

Mobil juga harus tahan dihajar secara fisikal oleh anak kami: buat diinjak-injak kapnya kalo dia mau “main-main” sama mobilnya. Dasboard harus kokoh. Buat antisipasi jikalau si kecil memandang bahwa dalam kabin adalah playgroundnya 😀

Itu intinya. Kemudian, umur mobil (yang berkaitan anatara titik temu angka pajak dan cost perawatan rata-rata) harus sesuai dg kantong kami.

Jadilah setelah corat-coret sana-sini, kami memutuskan membeli BMW usia 15-an tahun. Kalo nggak kuat ke bengkel resmi, bengkel independen plus suku cadang aftermarketnya lumayan melimpah. Artinya, meski umurnya 15 tahun, mobil ini supportable sekali…

Jadi demikian alurnya… Tentukan rekuiremen, baru tentukan kendaraannya. Jangan kebalik 😀

CMIIW & IMHO

Freema H. Widiasena,
repost: catatan ini pernah saya tulis pada tahun 2011.

#Untuk seorang adik dan semua kawan yg mungkin baru mapan rizkinya dan sedang mencari mobil pertama untuk keluarga, by Freema HW, in lovely-supported by Deasy & AleefRahman.

#Untuk catatan”Memilih BMW” sebelumnya silakan simak dulu di sini https://freemindcoffee.wordpress.com/2014/08/14/memilih-bmw/Di catatan pertama tersebut, salah satunya kami terangkan apa bedanya BMW yang berpenggerak roda belakang dengan mobil Jepang yang kebanyakan berpenggerak roda depan.

————————
MEMILIH BMW – THE SERIES

Untuk ulasan, diskusi santai dan chit-chat silakan login ke sini http://m.facebook.com/groups/323699264381705

Memilih BMW Pt. I https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/04/11/memilih-bmw/

Memilih BMW Pt. II https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/05/01/bimmer-the-series-memilih-mobil-pertama-kita/

Memilih BMW Pt. III https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/08/bimmer-the-series-memilih-bmw-pt-iii/

Memilih BMW Pt. IV https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/23/bimmer-the-series-m5-murah-meriah-mewah-mangstabs-maknyusss/

Memilih BMW Pt. V https://freemindcoffee.wordpress.com/2011/06/27/bimmer-the-series-sebuah-bmw-tua/

Memilih BMW Pt. VI https://freemindcoffee.wordpress.com/2012/01/14/bimmer-the-series-bmw-e36-318i-vs-320i/

Memilih BMW Pt. VII https://freemindcoffee.wordpress.com/2013/04/24/bimmer-the-series-alhamdulillah-thanks-allah/

Advertisements

One thought on “(Bimmer The Series) Memilih Mobil Pertama Kita

  1. Kayaknya gak perlu deh bilang “tolol” ke perokok. Thanks

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s